Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

IHSG Meroket ke Level 7.184 pada Perdagangan Rabu (1/4) Sore Efek Donald Trump Janji Cabut Dari Iran

Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 April 2026

Merahputih.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (1/4) sore berakhir menguat tajam mengikuti tren positif bursa saham di kawasan Asia. Lonjakan ini terjadi setelah munculnya pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang berencana mengakhiri keterlibatan militer di Iran dalam waktu dekat.

IHSG menutup perdagangan dengan kenaikan sebesar 136,22 poin atau 1,93 persen ke level 7.184,44. Sejalan dengan itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga ikut terkerek naik 10,98 poin atau 1,53 persen menuju posisi 726,79.

Baca juga:

Kota Seoul Perketat Batas Kecerahan Papan Iklan, tapi Alasan Utamanya bukan Hemat Energi di Tengah Krisis Iran

Dampak Pernyataan Donald Trump dan Respon Global

Optimisme pasar global muncul menyusul sinyal perdamaian di Timur Tengah. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa pelaku pasar merespons positif rencana penarikan pasukan AS.

“Sentimen ini dilatarbelakangi pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa AS dapat mengakhiri keterlibatan militernya di Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu,” ujar Nico dikutip Antara, Rabu (1/4).

Sinyal positif juga datang dari Teheran. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan kesediaan untuk menghentikan permusuhan dengan syarat adanya jaminan internasional.

Nico menambahkan bahwa situasi ini menumbuhkan harapan besar bagi pelaku pasar mengenai meredanya ketegangan geopolitik yang selama ini menekan ekonomi global.

Kondisi Ekonomi Domestik dan Kinerja Sektor

Dari dalam negeri, fundamental ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketangguhan meski Indeks PMI Manufaktur Maret 2026 turun ke level 50,1 dari sebelumnya 53,8. Meski melambat akibat gangguan rantai pasok global, angka tersebut masih berada dalam zona ekspansi.

Dukungan tambahan datang dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat surplus neraca perdagangan Februari sebesar 1,28 miliar dolar AS.

Baca juga:

Dukung Iran, Houthi Bakal Blokir Selat Bab al-Mandeb Biar Harga Minyak Capai USD 200 Per Barel

Data BPS juga menunjukkan inflasi Maret 2026 berada di angka 0,41 persen (mtm) atau 3,48 persen (yoy). Angka ini masih berada dalam rentang kendali target Bank Indonesia. Secara sektoral, sektor industri memimpin penguatan dengan kenaikan signifikan sebesar 5,57 persen, disusul sektor barang konsumen non-primer sebesar 5,01 persen.

Total transaksi perdagangan hari ini mencapai Rp16,47 triliun dengan volume 31,54 miliar lembar saham. Sebanyak 475 saham tercatat menguat, sementara bursa regional seperti Nikkei di Jepang melesat hingga 5,31 persen, mempertegas dominasi zona hijau di pasar Asia hari ini.

Baca Artikel Asli