Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Hotel Sultan Wajib Kosong dalam 1 Bulan, Habis Itu Dipegang Danantara

Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026

MerahPutih.com – Pemerintah menegaskan proses pengosongan Hotel Sultan akan rampung dalam waktu satu bulan.

Setelah itu, aset negara di kawasan strategis Gelora Bung Karno itu akan dikelola Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk meningkatkan pemasukan negara.

Baca juga:

Eks Hotel Sultan Resmi Dikuasai Negara, Akan Disulap Jadi Kawasan Sport Tourism

“Kami telah dan sedang berkoordinasi dengan Danantara untuk merancang ulang pengelolaan kompleks area Hotel Sultan dan sekitarnya agar optimal dan menambah pemasukan negara,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, dalam rapat kerja dengan Komisi XIII DPR RI di Jakarta, Rabu (15/7).

Proses Pengosongan Hotel Sultan Masih Berlangsung

Prasetyo melaporkan, Kementerian Sekretariat Negara berhasil mengambil alih aset Hotel Sultan pada 18 Juni 2026 setelah polemik berkepanjangan selama delapan tahun.

Mensesneg menambahkan, proses pengosongan masih berlangsung dan diperkirakan selesai dalam satu bulan sebelum diserahkan ke Danantara.

Dari seluruh proses hukum dinyatakan bahwa Hotel Sultan adalah milik negara. Pengelolaan pihak ketiga telah selesai, sehingga kami hanya menjalankan ketetapan pengadilan,

Mensesneg Prasetyo Hadi

Hotel Sultan Bagian Strategi Revitalisasi Pariwisata

Sebelumnya, Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menargetkan revitalisasi komprehensif kawasan Gelora Bung Karno (GBK), termasuk area Hotel Sultan, untuk meningkatkan daya tarik wisatawan mancanegara.

Baca juga:

Pengosongan Hotel Sultan Dimulai, PPKGBK Targetkan Rampung dalam Sebulan

Hotel Sultan Akan Dirobohkan, Jadi Icon Baru Jakarta

Menurutnya, sektor pariwisata Indonesia masih tertinggal dibandingkan Thailand dan Singapura. Karena itu, Danantara akan mengembangkan destinasi dan ekosistem pariwisata yang lebih kompetitif.

“Average spending wisatawan kita baru sekitar 1.100 dolar AS. Bagaimana caranya agar bisa meningkat,” ungkap Rosan, di Kompleks Istana Kepresidenan, dilansir Antara, Senin (15/6). (*)

Baca Artikel Asli