[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Australia Bagi-bagi Uang untuk Modal Usaha, Dititip Lewat Kementerian Agama
Rabu, 07 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Pemerintah Australia dikabarkan memberikan bentuk apresiasi ke umat beragama di Indonesia dalam rangka Natal dan Tahun Baru 2026.
Bantuan ini dikabarkan diberikan melalui Kementerian dan Agama RI.
Informasi ini diunggah akun Facebook “pdt.Samuel Akihary” pada Selasa (23/12/2025) lalu. Akun itu menunjukkan foto Dirjen Bimas Kristen Kemenag, Jeane Marie Tulung.
Baca juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Megawati Kepincut Menkeu Purbaya, Tawari Masuk PDIP dan Dijadikan Ketua Partai
NARASI
“Ayo daftarkan diri Anda sekarang untuk mendapatkan dana bantuan dari Australia untuk masyarakat Indonesia tahun 2025, dan jangan lupa bagikan like dan follow. Semoga Tuhan memberkati kita semua.”
Pada kolom takarir, pengunggah menambahkan narasi:
“Shalom Untuk menyambut hari Natal dan Tahun Baru DAP BIMAS AUSTRALIA menyalurkan dana bantuan Daftarkan diri anda sekarang juga Bantuan dari DAP BIMAS AUSTRALIA Untuk saudara/saudari keristen maupun non keristen Bantuan modal usaha dan tempat ibadah,yatim piatu, fakir miskin dll Cara daftar silahkan chat melalui messenger.”
Baca juga:
FAKTA
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri potongan gambar dari video tersebut dengan Google Lens.
Hasil penelusuran teratas mengarah pada artikel dari laman resmi Ditjen Bimas Kristen Kemenag, bimaskristen.kemenag.go.id, “Buka Konas 12 Mutiara Nusantara, Dirjen Bimas Kristen ajak Peserta Dampingi Pemerintah Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem”.
Pada artikel tersebut, terdapat foto dari Dirjen Bimas Kristen Kemenag, Jeane Marie Tulung, yang diambil dari sudut pengambilan gambar yang sama seperti video yang dibagikan oleh akun Facebook “pdt.Samuel Akihary”.
Artikel tersebut tidak menyebutkan bantuan dari Australia untuk masyarakat Indonesia pada 2025.
Diketahui dari artikel yang tayang pada Kamis (16/11/2023) tersebut, Jeane Sedang membuka kegiatan Konsultasi Nasional (Konas) 12 Mutiara Nusantara yang diselenggarakan di Jakarta.
Baca juga:
Melalui sambutannya, ia mengajak para peserta untuk bersama mendampingi pemerintah dalam upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem, meningkatkan literasi, memperluas akses pendidikan, serta meningkatkan produktivitas di daerah tertinggal di Indonesia.
Mengamati video yang beredar tersebut, TurnBackHoax melihat sejumlah kejanggalan, seperti gerak bibir yang terlihat tidak natural dan suara terdengar kaku.
Hal ini mengindikasikan bahwa video tersebut dibuat dengan rekayasa AI.
Kemudian, TurnBackHoax mengunduh video tersebut dan mengunggahnya ke alat pendeteksi AI dari Hive Moderation. Hasilnya, sebesar 99,8 persen video tersebut merupakan hasil rekayasa AI.
KESIMPULAN
Faktanya, sebesar 99,8 persen video tersebut merupakan hasil rekayasa AI. (knu)