Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

[HOAKS atau FAKTA] : Indonesia Tolak Keinginan Timor Leste Kembali ke NKRI

Wisnu Cipto - Selasa, 16 Juni 2026

MerahPutih.com - Timor Leste dikabarkan ingin kembali ke Indonesia, setelah memisahkan diri hampir 30 tahun lalu. Informasi ini diunggah akun YouTube “KajianOnline” pada Selasa (9/6).

Namun, akun tersebut menyebut Indonesia menolak permintaan Timor Leste yang ingin kembali menjadi bagian dari NKRI.

Baca juga:

Timor Leste Resmi Gabung ASEAN, DPR: Kerja Sama Regional Makin Kuat, Indonesia di Garis Depan

Hingga Senin (15/6) kemarin, unggahan ini telah mendapatkan 550 ribu tanda suka, menuai 345 komentar, dan ditonton ulang lebih dari 14 ribu kali. Berikut narasinya:

“INDONESIA TOLAK KERAS PERMOHONAN TIMOR LESTE KEMBALI KE INDONESIA???? TEGASKAN TAK TERIMA PENGHIANAT!”

FAKTA

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menyimak video berdurasi 17 menit 35 detik tersebut dari awal hingga akhir. Sepanjang video tidak ada pembahasan yang mengatakan bahwa Timor Leste berniat kembali menjadi bagian NKRI tetapi ditolak.

Video hanya membahas tentang Timor Leste sering mengimpor barang dari Indonesia. Meski dalam video itu disebutkan kebutuhan pokok Timor Leste sebagian besar bergantung pada Indonesia, tetapi tidak menyebutkan adanya pernyataan keinginan kembali bergabung ke NKRI.

Baca juga:

11 Negara ASEAN Meriahkan Event Solo Batik Carnival, Ganjar Pakai Kostum Timor Leste

Hasil penelusuran sumber informasi lainnya juga tidak ada temuan berita mengenai keinginan Timor Leste bergabung kembali dengan Indonesia. Tidak ada pernyataan valid yang membenarkan Timor Leste telah mengajukan permintaan bergabung ke Indonesia.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelusuran fakta, tidak ada informasi valid yang membenarkan Timor Leste telah mengajukan permintaan bergabung ke Indonesia. Jadi, unggahan berisi klaim “Timor Leste minta gabung lagi jadi bagian Indonesia” dari YouTube “KajianOnline” dapat disimpulkan sebagai konten hoaks menyesatkan (misleading content). (Knu)

Baca Artikel Asli