PERNAH dengar jasa sewa pacar? Fenomena itu tengah terjadi di beberapa kota besar di Indonesia. Di ramainya kota-kota besar tersebut, ternyata masih ada jiwa-jiwa yang merasa kesepian.
Kemajuan teknologi seolah mempermudah jasa sewa pacar muncul dan berkembang cepat. Jasa sewa pacar muncul seolah menjadi pahlawan yang dapat memenuhi tuntutan sosial. Sebelum heboh di Indonesia, ternyata jasa sewa pacar ini sudah lama terkenal di Jepang dan Tiongkok sejak 2007.
BACA JUGA:
Sebagai niat awal, seperti dilansir Jendela Psikologia, jasa sewa pacar ini hendak membantu seseorang mendapat pasangan sementara untuk menghadiri pesta pernikahan, bertukar pesan, dan kencan.
Jasa sewa pacar ini mempunyai aturan rumit, seperti dilarang menanyakan informasi pribadi, terbawa perasaan, sampai hubungan seksual. Tentu saja jasa ini dikenai tarif. Tarif jasa sewa pacar ini dipatok mulai dari Rp500 per menit untuk telepon. Ada pula yang menawarkan harga Rp300.000 untuk menemani kamu datang ke acara seperti nikahan sepupu, teman, atau mantan.
Fenomena jasa sewa pacar ini sangat wajar jika terjadi di kehidupan modern saat ini karena kesepian menjadi salah satu faktornya.(foto: Freepik/freepik)
Kamu pun bisa membayar biaya tambahan bila hendak dikirimi selfie si pacar sewaan atau ingin melakukan video call bersamanya. Saat bertemu, ada yang memperbolehkan untuk berfoto bersama tanpa mengekspose wajah.
Menurut psikolog klinis Sani B Hermawan, fenomena jasa sewa pacar ini sangat wajar jika terjadi di kehidupan modern saat ini. "Mengapa saya bilang wajar, ini karena adanya kebutuhan dari si penyewa untuk memenuhi kebutuhannya dalam situasi tertentu," jelas Sani.
Menurut Sani, kesepian memang mungkin menjadi salah satu faktor, yang umumnya ditakuti oleh manusia. Akan tetapi biasanya rasa sepi itu tidak selalu disadari oleh manusia. "Kesepian seringkali tidak disadari, namun kesepian juga tidak selalu sampai membuat seseorang menyewa pacar juga. Biasanya orang yang kesepian lebih membutuhkan relasi yang memang memiliki emotional attachment yang sesungguhnya," kata Sani.
Di era digital ini sangat erat hubungan interaksi seseorang dengan media sosial yang bisa memengaruhi kehidupannya. Sehingga, ketika di media sosial muncul jasa sewa pacar dan adanya kebutuhan seseorang untuk eksis dan pengakuan di media sosial, maka hal tersebut seolah 'gayung bersambut'.
BACA JUGA:
Sani mengingatkan dalam hal sewa pacar ini bahwa relasi yang terjadi itu hanya bersifat profesional. Penting untuk mengingat bahwa itu tidak bisa menawarkan rasa seperti pacar sungguhan. "Jadi kita tidak bisa meminta lebih seperti layaknya relasi pacaran yang sesungguhnya dan memiliki emotional attachment," ujar Sani.
Hal yang harus diingat dari jasa sewa pacar ini ialah adanya dampak negatif secara psikologis. Salah satunya yaitu jika si penyewa akhirnya hidup dalam tidak kenyataan (tidak realistis) dan seolah lupa tidak lagi membutuhkan hubungan dengan orang lain. "Si penyewa harus sadar bahwa ia masih perlu sosialisasi, masih perlu juga menjalin hubungan dengan orang lain, sehingga ia tidak terlena hidup dalam kebohongan. Dan akhirnya akan terjadi ketidakmatangan secara psikologis," jelas Sani.
Sewa pacar ini terjadi relasi yang hanya bersifat profesional, tidak bisa menawarkan rasa seperti pacar sungguhan.(foto: freepik/jcomp)
Sani pun mengingatkan bahwa fenomena jasa sewa pacar ini boleh dilakukan dengan segala risikonya, namun hati-hati dalam menyewa pacar sewaan ini. "Harus diketahui dulu apakah jasa sewa pacar ini kredibel atau tidak, profesional atau tidak, jangan sampai akhirnya si penyewa kena 'boomerang' berupa kejahatan yang sebenarnya dapat dihindari dan diantisipasi sebelum melakukan sewa pacar," pungkas Sani.
Jasa sewa pacar mungkin bisa menjadi cara instan untuk memenuhi kebutuhan kamu dalam mengatasi kesepian ataupun tuntutan punya pasangan. Namun sayangnya, sewa pacar bukanlah solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut.(dgs)
BACA JUGA: