Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Heboh Garam Oplosan Tawas di Jawa Timur

Noer Ardiansjah - Selasa, 25 Juli 2017

MerahPutih.com - Kelangkaan garam akhirnya dimanfaatkan oleh orang tak bertanggung jawab untuk mengedarkan garam oplosan tawas.

Garam oplosan tewas tersebut tak sengaja ditemukan oleh seorang penjual ikan di kawasan Pantai Kenjeran, Surabaya.

Abidah, salah seorang penjual ikan mengatakan bahwa saat itu ia hendak mencampur garam dengan ikan olahan. Namun, sebelum mencampuri garam, ia curiga dengan garam yang baru dibelinya.

"Saya awalnya sedikit curiga. Sebab, warna putihnya sedikit berbeda. Nah, waktu saya lembutkan juga agak susah. Harus pakai pakai palu. Kalau garam asli, dikremes pakai tangan sudah lembut," kata Abidah kepada merahputih.com di Surabaya, Selasa (25/7).

Abidah pun akhirnya terpaksa memilah-milah garam yang ternyata ditemukan butiran tawas yang ukuran lebih besar dari butiran garam.

Temuan garam oplosan dengan tawas ini ternyata juga dialami oleh penjual ikan asin yang lain, seperti Sugianto. Garam dibeli dari distributor di Gresik, Jawa timur, ternyata juga ada campuran tawas.

"Sebenernya nggak masalah kalau dicampur. Tapi kadar asinnya kurang. Karena garamnya bukan garam asli. Itu rugi buat kita," kata Sugianto.

Diketahui, garam-garam yang dibeli itu berasal dari distributor garam yang dikirim ke rumah-rumah yang biasa membeli garam. Harganya kisaran Rp 300 ribu rupiah per 50 kilogram. (*)

Berita ini merupakan laporan dari kontributor merahputih.com di Surabaya, Budi Lentera. Baca berita terkait kelangkaan garam lainnya di: Puluhan Saksi Diperiksa Terkait Kasus Impor Garam

Baca Artikel Asli