MerahPutih.com - Viral di media sosial (Medsos) X tentang teori Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi 'kuda putih' bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) di balik dukungannya terhadap Paslon nomor 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
Pendukung teori 'Ahok Kuda Putih' beranggapan Presiden Jokowi sengaja menempatkan Ahok di kubu Paslon nomor 3 untuk mencegah kubu Paslon nomor 1 berkoalisi jika nanti pilpres 2024 sampai dua putaran. Alasannya, mereka mengungkit luka lama antara Ahok dan Anies saat sama-sama bertarung di Pilkada DKI Jakarta 2017 silam.
Baca Juga:
Namun, kubu PDIP selaku partai Ahok sekaligus pendukung utama paslon Ganjar-Mahfud menepis potensi teori itu. Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto justru berpandangan fakta real nantinya malah kebalik, bahwa dukungan Ahok malah memberi efek kejut balik bagi Presiden Jokowi.
"Nggak ada kuda putih. Tapi itu mengejutkan, kemungkinan besar mengejutkan pak Jokowi," kata Hasto, dalam jumpa pers di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/2).
Menurut Hasto, sikap Ahok mundur sebagai Komisaris Pertamina dengan alasan untuk turun langsung memenangkan Ganjar-Mahfud tentu memicu keresahaan di kubu sebelah. Apalagi, lanjut dia, Ahok merupakan salah satu orang yang terlibat dengan keberhasilan Presiden Jokowi. Diketahui, Jokowi dan Ahok pernah bersama-sama memimpin Provinsi DKI Jakarta.
Baca Juga:
Erick Pastikan Kinerja Pertamina Tak Terhambat Gegara Enggak Ada Ahok
Hasto lebih melihat dukungan yang diberikan Ahok kepada Paslon nomor 3 merupakan gerakan moral dan etika. "Itu kalkulasinya bukan untung rugi. (Justru) Pak Ahok rugi karena Pertamina keuntungannya besar. (Tapi) ini panggilan bangsa," ujar Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud itu.
Lebih jauh, Hasto pun berharap dukungan yang diberikan Ahok kepada Ganjar-Mahfud bisa diikuti seluruh rakyat Indonesia, tak terkecuali termasuk Presiden Jokowi yang merupakan orang dekat Ahok. "Moga-moga Pak Jokowi ikut (dukung Ganjar-Mahfud)," pungkasnya.
Diketahui, Ahok akhirnya mengundurkan diri sebagai Komisaris Utama PT Pertamina Persero. Langkah ini diambil karena Ahok ingin fokus mengampanyekan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di Pilpres 2024. (Pon)
Baca Juga:
Pasca-Keputusan DKPP, Hasto Ingatkan KPU dan Bawaslu tentang Karma