MerahPutih.com - Jatuhnya harga telur di tingkat peternak rakyat memicu keprihatinan di kalangan parlemen. Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Rina Sa'adah, mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) segera mengoptimalkan penyerapan telur lokal melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Rina, Selasa (9/6), pemanfaatan telur sebagai salah satu menu utama MBG dapat menjadi solusi yang memberi manfaat ganda, yakni membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam petelur sekaligus memastikan ketersediaan sumber protein hewani berkualitas bagi anak-anak sekolah.
“Kami sangat prihatin dengan anjloknya harga telur di tingkat peternak. Kami mendesak BGN menyusun variasi menu MBG berbasis telur untuk mendongkrak penyerapan hasil produksi peternak mandiri. Ini instrumen negara yang paling logis untuk menyelamatkan ekonomi rakyat saat ini,” Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Sa'adah.
Harga Jual Turun, Biaya Produksi Tetap Tinggi
Legislator asal Jawa Barat itu menilai kondisi yang dihadapi peternak saat ini semakin berat. Di tengah penurunan harga jual telur, biaya operasional peternakan justru masih tinggi, mulai dari pakan, obat-obatan, hingga bibit ayam atau day-old chick (DOC).
Baca juga:
[HOAKS atau FAKTA]: BGN Impor Ratusan 700 Juta Butir Telur dari China untuk MBG
Rina mengingatkan, apabila tidak ada langkah cepat untuk menyerap produksi telur peternak, maka risiko depopulasi ternak bisa terjadi karena peternak kesulitan menutup biaya produksi.
Ia menilai BGN berpotensi menjadi penyerap utama (offtaker) yang mampu membantu menjaga keseimbangan pasar melalui kebutuhan pangan dalam program MBG.
“Banyak peternak yang terancam kolaps. Solusinya ada di program MBG yang memiliki kuota kebutuhan pangan harian raksasa. Jika potensi ini dimaksimalkan, stabilitas harga di tingkat peternak akan langsung terkoreksi positif,” jelasnya.
Baca juga:
Harga Ayam dan Telur di Peternak Anjlok, Bapanas Lakukan Intervensi
Telur Dinilai Ideal untuk Menu Makan Bergizi Gratis
Selain berfungsi membantu peternak, Rina menilai telur juga menjadi salah satu sumber protein hewani yang ideal untuk mendukung kebutuhan gizi anak-anak.
Menurutnya, kandungan asam amino esensial dalam telur berperan penting dalam mendukung perkembangan otak dan pertumbuhan fisik. Di sisi lain, telur juga mudah diolah menjadi berbagai jenis menu sehingga dapat mengurangi kejenuhan penerima manfaat program MBG.
“Telur bisa didadar, direbus, di-semur, atau dijadikan orak-arik sayuran. Ini sangat praktis untuk dapur-dapur umum MBG. Jadi, esensi program ini benar-benar tercapai: gizi anak terpenuhi secara maksimal, dan ekonomi peternak lokal bergerak subur,” Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Sa'adah.
(Pon)