Nanik Tidak Lepas Dari BGN, Bakal Jadi Dewan Pengawas

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Juli 2026
Nanik Tidak Lepas Dari BGN, Bakal Jadi Dewan Pengawas

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Jumat (26/9/2025). ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com- Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang, tidak sepenuhnya lepas dari Lembaga tersebut setelah mundur dengan alasan untuk pengobatan. Nanik diminta Presiden Prabowo Subianto mengawasi lembaga itu melalui dewan pengawas.

Presiden akan membentuk dewan pengawas, di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya,

tulis Nanik dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (22/7).

Ia kemudian berkelakar masih sanggup memberikan masukan, asalkan tidak lagi menangani urusan keuangan.

Kalau mencereweti kayaknya masih bisa, yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akuttt,

lanjutnya disertai emoji tertawa.

Baca juga:

Sudaryono Dilantik Jadi Kepala BGN, Siap Terima Masukan

Di luar pengunduran dirinya itu, Nanik mengatakan multiplier effect dari program makan bergizi gratis (MBG) terbukti dapat menggerakan ekonomi di tingkat bawah atau ekonomi masyarakat.

Menurutnya hal ini terlihat jelas saat program itu dihentikan sementara saat memasuki periode libur sekolah. Terbukti, selama periode libur sekolah, hasil pertanian dan peternakan banyak yang tak terserap bahkan membuat harga komoditas sempat jatuh. Begitu juga dengan nasib para pedagang yang terpaksa membuang-buang barang dagangannya karena tak laku terserap MBG.

"3 Minggu libur sekolah dan MBG libur, petani dan peternak mengeluh karena hasil pertanian dan peternakan mereka tidak terserap dan harganya jatuh. Demikian juga pedagang di pasar juga sampai harus membuang -buang sayur dan buahnya," ujarnya.

Ia menegaskan program MBG bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan banyak orang, namun sebagai program untuk benar-benar intervensi gizi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan juga untuk menjaga kesehatan mereka.

"Jadi kalau ada yang bilang 82 juta penerima manfaat itu untuk Pemilu 2029 mohon diluruskan pemikiran itu agar kita bersama-sama bisa menerima program MBG sebagai program mulia untuk memperbaiki masa depan generasi kita," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, menyatakan segera bekerja untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta pada Rabu.

"Ini mau diberesin (MBG). Kita langsung kerja, langsung datang ke kantor, langsung rapat," ucapnya di Kantor BGN, Jakarta Pusat.

#Kepala BGN #Nanik S Deyang #Nanik Sudaryati Deyang #Makan Bergizi Gratis
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Kader Posyandu Kini Jadi Mata dan Telinga BGN Awasi SOP MBG di SPPG
Kepala BGN Sudaryono resmi memberi akses kader Posyandu untuk mengawasi dapur SPPG dan mendata penerima Program Makan Bergizi Gratis agar tepat sasaran.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Oktober 2026
Kader Posyandu Kini Jadi Mata dan Telinga BGN Awasi SOP MBG di SPPG
Indonesia
Keracunan MBG di Cirebon, Komisi IX DPR Desak SPPG Ditutup Permanen
Komisi IX DPR mendesak SPPG ditutup permanen usai terjadinya keracunan MBG di Cirebon.
Soffi Amira - Kamis, 22 Oktober 2026
Keracunan MBG di Cirebon, Komisi IX DPR Desak SPPG Ditutup Permanen
Indonesia
DEN Sebut Siswa Semangat Belajar setelah Santap MBG
DEN menemukan siswa penerima MBG cenderung lebih jarang absen jika dibandingkan dengan siswa yang tidak menerima program tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
DEN Sebut Siswa Semangat Belajar setelah Santap MBG
Indonesia
2 Tahun Prabowo-Gibran, Indeks Data Nasional Soroti Dampak Nyata Program Prioritas Pemerintah
IDN menilai pemerintahan Prabowo-Gibran berada di jalur yang benar setelah dua tahun, tetapi menekankan perlunya evaluasi dampak MBG, Sekolah Rakyat, dan KDMP.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
2 Tahun Prabowo-Gibran, Indeks Data Nasional Soroti Dampak Nyata Program Prioritas Pemerintah
Indonesia
Pemerintah Siapkan 4 Langkah Benahi MBG, dari Pemerataan hingga Pengawasan Dapur
Pemerintah menyiapkan empat langkah pembenahan MBG, mulai dari pemerataan wilayah 3T, penertiban SPPG, peningkatan mutu makanan, hingga validasi data penerima.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan 4 Langkah Benahi MBG, dari Pemerataan hingga Pengawasan Dapur
Indonesia
BGN Tetapkan Syarat Ketat untuk MBG Prasmanan, tak Semua Sekolah Langsung Bisa
Kesiapan dapur, sekolah, tenaga pendamping, hingga peralatan menjadi pertimbangan sebelum mekanisme penyajian tersebut diterapkan kepada siswa.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
BGN Tetapkan Syarat Ketat untuk MBG Prasmanan, tak Semua Sekolah Langsung Bisa
Indonesia
BGN Mulai Uji Sistem Prasmanan MBG, Porsi Gizi Siswa Tetap Jadi Patokan
Penerapan sistem prasmanan tidak bisa dilakukan secara serentak karena membutuhkan kesiapan dapur penyedia makanan dan pihak sekolah.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
BGN Mulai Uji Sistem Prasmanan MBG, Porsi Gizi Siswa Tetap Jadi Patokan
Indonesia
BGN Tegaskan Ledakan di Pasar Cimanggis tak Terkait dengan MBG
Ledakan itu bukan merupakan SPPG, baik yang sedang beroperasi maupun yang digunakan sebagai gudang SPPG.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BGN Tegaskan Ledakan di Pasar Cimanggis tak Terkait dengan MBG
Indonesia
Kepala BGN Singgung Calo saat Resmikan 980 SPPG Serentak
Dari total 980 SPPG yang diaktivasi, sebanyak 691 SPPG berada di wilayah Sumatra, sedangkan 289 SPPG lainnya berada di wilayah Kalimantan dan Bali.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Kepala BGN Singgung Calo saat Resmikan 980 SPPG Serentak
Indonesia
Data Penerima MBG Tidak Sinkron, Guru Harus Perbarui Identitas Peserta Didik
Pendataan serupa juga diberlakukan bagi kelompok penerima manfaat di posyandu, madrasah, dan pondok pesantren.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Data Penerima MBG Tidak Sinkron, Guru Harus Perbarui Identitas Peserta Didik
Bagikan