MerahPutih.com - Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengungkapkan penyebab kenaikan harga plastik baik kantong kresek, plastik kemasan makanan/minuman (PET), dan plastik PE di Jakarta.
Secara rata-rata, kenaikan harga plastik di Jakarta berada pada kisaran 30 persen hingga 40 persen.
Ratu menyampaikan, bahwa kenaikan harga plastik ini lebih disebabkan struktur industri plastik global yang masih sangat bergantung pada kawasan Timur Tengah.
Konflik geopolitik di Timur Tengah, termasuk penutupan Selat Hormuz, turut mengganggu rantai pasok global pada produk plastik.
Baca juga:
Harga Plastik di Jakarta Naik hingga 40 Persen, Pelaku UMKM Kena Imbasnya
Sebab, kata dia, wilayah Timur Tengah menjadi salah satu pusat produksi petrokimia dunia karena ketersediaan minyak dan gas sebagai bahan baku utama.
Sedangkan dari kawasan ini diproduksi berbagai resin (biji plastik) utama, seperti Polyethylene (PE), Polypropylene (PP), Polyethylene Terephthalate (PET), dan Polystyrene (PS).
Keempat jenis resin tersebut merupakan bahan dasar utama industri plastik sehari-hari, termasuk yang digunakan oleh pedagang di Jakarta.
Sementara itu, Polypropylene (PP) adalah bahan utama gelas plastik minuman (cup es, kopi, jus), Polystyrene (PS) digunakan untuk cup sekali pakai dan styrofoam, Polyethylene (PE) untuk kantong plastik dan pembungkus dan PET botol minuman kemasan.
Baca juga:
Harga Plastik Melonjak 50 Persen, DPR Desak Kurangi Ketergantungan Plastik Sekali Pakai
"Intinya adalah plastik kemasan sederhana yang digunakan UMKM kita sehari-hari sangat bergantung pada rantai pasok global ini," kata Rabu kepada wartawan, Jumat (10/4).
Saat ini, produksi domestik baru mampu memenuhi sekitar kurang lebih 40 persen kebutuhan bahan baku plastik nasional. Sisanya, sekitar kurang lebih 60 persen masih dipenuhi melalui impor, baik dalam bentuk resin maupun bahan turunan lainnya.
"Impor ini sebagian besar berasal dari Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar. Lalu negara produsen lain di Asia seperti Korea Selatan dan Singapura," tutupnya. (Asp)