Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Harga Pembungkus Plastik Naik, Daun Pisang Jadi Solusi

Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026

MERAHPUTIH.COM - DENGAN berhati-hati, seorang pedagang menempatkan es batu lalu menuang teh ke daun pisang yang telah dibentuk menyerupai kerucut. Isi teh terlihat aman. Tak tampak tumpahan. Pada adegan lainnya, seorang perempuan membungkus sandalnya dengan lembaran panjang daun pisang.

Ya, inilah gambaran cara pedagang dan pengusaha bertahan di tengah kenaikan harga plastik. Banyak dari mereka ialah pedagang di sektor makanan dan minuman yang notabene terbiasa mengemas produk dengan wadah plastik.

Kini, harga plastik yang kian melonjak membuat masyarakat gigit jari. Kenaikannya signifikan, hingga 50 persen. Sayangnya, hingga kini belum ada langkah konkret dari pemangku kebijakan untuk menyelesaikan kenaikan harga plastik.

Meski demikian, di tengah ketidakpastiaan ini, masyarakat tak kehabisan akal untuk menyiasati situasi. Banyak yang beride membuat pembungkus makanan dengan bahan alami daun pisang dan talas.

Baca juga:

Imbas Perang di Iran Harga Plastik Naik 50 Persen, Gejolak Harga Harus Segera Diatasi



Daun Pisang sebagai Pembungkus Makanan

Sejak zaman peradaban awal, pisang dikenal sebagai varietas yang dari akar sampai daunnya berguna buat kehidupan manusia. Di kawasan Asia, daun pisang sudah lama dijadikan pembungkus, dipraktikkan secara turun temurun sejak puluhan tahun lalu. Daun pisang merupakan bahan baku yang sangat mudah didapatkan di Tanah Air ini dahulu hanyalah tumbuhan liar, tapi sekarang jadi komoditas pertanian. Iklim Indonesia yang sangat mendukung pertumbuhan pohon pisang membuat harga komoditas ini terbilang cukup terjangkau hingga saat ini.

Daun pisang diketahui punya ketahanan yang luar biasa. Daunnya bisa membungkus makanan panas hingga berkuah. Tidak rusak dan robek. Belum ada daun apa pun yang mengalahkan ketahanannya.

Ketahanan daun pisang tersebut disebabkan lapisan lilin di epidermis daun yang disebut epicuticular wax. Lapisan ini memiliki sifat hidrofobik alias menolak air dan basah sehingga jenis makanan yang berair tidak akan bocor dibungkus dengan daun pisang.

Tak hanya itu, daun pisang sendiri termasuk pembungkus alami yang tidak beracun. Oleh karena itu, tidak perlu khawatir membungkus makanan apa pun dalam kondisi panas sekalipun daun pisangnya tidak akan beraksi kimia yang dapat berisiko menimbulkan keracunan.

Justru sebaliknya, saat daun pisang digunakan untuk membungkus makanan dengan suhu yang tinggi, efek yang dihasilkan keluarlah aromatik khas yang menambah kenikmatan makanan. Aromatik daun pisang bisa muncul karena kandungan kimia alami polifenol daan tanin beraksi terhadap suhu panas.

Tak cuma daun pisang yang dijadikan pembungkus alternatif. Daun keladi yang punya sifat hampir mirip dengan daun pisang juga bisa jadi alternatif kemasan. Bentuknya yang lebar dan tekstur daun yang lentur, hidrofobik hingga daunnya bisa dimasak.

Namun, jika daun pisang atau daun keladi dibandingkan sebagai pembungkus, masyarakat akan lebih memilih daun pisang sebagai alternatif pembungkus makanan. Hal itu disebabkan kandungan kalsium oksalat dalam daun keladi yang bisa menyebabkan rasa gatal. Keberadaan kalsium oksalat ini bisa di permukaan kulit daun dan jariang dalam sel daun.(Tka)

Baca juga:

Nasib Harga Pupuk dan Produk Plastik di Ujung Tanduk Buntut Krisis Energi Global, Pemerintah Diminta Siapkan Mitigasi




Baca Artikel Asli