Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Hak Veto AS Jegal Resolusi Gencatan Senjata Timteng dari Rusia di PBB, Akhirnya Pakai Usulan Bahrain

Wisnu Cipto - Kamis, 12 Maret 2026

MerahPutih.com – Amerika Serikat (AS) menggunakan hak vetonya untuk menolak rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang diajukan Rusia, terkait seruan gencatan senjata di Timur Tengah dan kecaman atas serangan terhadap warga sipil.

"Sembilan negara abstain dan empat mendukung," tulis laporan RIA Novosti, terkait hasil voting usulan resolusi damai dari Rusia, dilansir Antara, Kamis (12/3).

Kantor berita Rusia itu menambahkan Latvia ikut mendukung langkah AS menolak rancangan resolusi yang diajukan negeri Beruang Merah.

Baca juga:

Prabowo Hubungi Mohammed bin Salman, Bahas Dampak Konflik AS-Israel dan Iran

Isi Resolusi Usulan Rusia

Dokumen rancangan Rusia meminta semua pihak segera menghentikan permusuhan di Timur Tengah dan sekitarnya. Rusia juga menekankan pentingnya menjamin keamanan semua negara di kawasan Timur Tengah.

Resolusi itu juga mengecam serangan terhadap warga sipil serta menyerukan agar pihak-pihak yang terlibat kembali ke jalur diplomasi. Meski demikian, rancangan tersebut tidak menyebutkan negara tertentu sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Baca juga:

Timnas Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Nasib Grup G Belum Jelas

DK PBB Pakai Resolusi Bahrain

Imbas dari penggunaan Hak Veto AS, DK PBB akhirnya mengadopsi resolusi lain yang dirancang Bahrain. Resolusi ini didukung 13 negara, sementara Rusia dan China abstain.

Resolusi yang diusulan Bahrain menuntut Iran menghentikan serangan terhadap negara-negara Teluk, termasuk Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania.

Namun, resolusi Bahrain tidak menyebutkan serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, sekaligus menimbulkan kritik karena dianggap tidak seimbang dalam menyoroti eskalasi konflik.

Negara-negara yang menolaj menuding resolusi Bahrain memperlihatkan adanya konsensus mayoritas negara anggota DK PBB untuk menekan Iran, meski mengabaikan agresi pihak lain. (*)

Baca Artikel Asli