Rusia dan China Bangun Tata Kelola Global Anyar, Tolak Hegemoni Sepihak

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 Mei 2026
Rusia dan China Bangun Tata Kelola Global Anyar, Tolak Hegemoni Sepihak

Arsip - Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping dan Ibu Negara Peng Liyuan dalam KTT Shanghai Cooperation Organization di Tianjin pada 31 Agustus 2025. (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Rusia Vladimir Putin memulai kunjungan dua hari ke China pada Selasa (19/5), beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump menyelesaikan kunjungan tiga harinya dan menghadiri pertemuan puncak dengan Xi.

Kunjungan Putin itu bertepatan dengan peringatan 25 tahun Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama Bertetangga antara China dan Rusia.

Perjanjian itu, yang ditandatangani pada 2001 oleh Putin dan Presiden China Jiang Zemin, diperpanjang pada Rabu.

Presiden China Xi Jinping menyerukan kerja sama strategis jangka panjang dengan Rusia untuk membangun sistem tata kelola global yang lebih adil dan setara dalam pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing, Rabu (20/5)

Baca juga:

AS Bidik Perusahaan China Pelanggar Sanksi Iran, Donald Trump Siapkan Aturan Baru Dalam Pekan Ini

Situasi global saat ini "kompleks dan bergejolak" karena meningkatnya "hegemoni sepihak," tetapi perdamaian, pembangunan, dan kerja sama tetap menjadi aspirasi utama dunia.

Xi menyerukan koordinasi strategis komprehensif China-Rusia yang lebih erat guna mendorong pembangunan kedua negara.

Hubungan China-Rusia semakin erat seiring meningkatnya kepercayaan politik dan kerja sama strategis, meluasnya hubungan di berbagai sektor, serta upaya bersama dalam menegakkan keadilan dan kesetaraan internasional.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berupaya mendapatkan hak veto atas potensi investasi Rusia maupun China di Greenland, lapor surat kabar The Telegraph dengan mengutip sumber diplomatik.

Menurut laporan tersebut, tujuan utama pemerintahan Trump dalam negosiasi mengenai masa depan Greendland adalah dengan mencegah China mendapat akses terhadap sumber daya mineral di pulau itu.

Perwakilan dari AS, Greenland, dan Denmark dilaporkan diam-diam sedang melakukan negosiasi rahasia terkait kesepakatan yang dapat memenuhi keinginan Trump untuk mengendalikan wilayah tersebut.

Pembicaraan itu dirancang untuk memberikan Trump kesempatan agar tidak lagi menggunakan ancaman untuk mengambil alih pulau Arktik itu dengan kekuatan militer, menurut The Telegraph.

Washington dilaporkan khawatir terhadap dominasi China dalam pasokan global unsur tanah jarang, yang mencapai sekitar 70 persen, serta kendali atas 90 persen proses pengolahan. Amerika menilai China dapat memanfaatkan hal itu sebagai alat tekanan. (*)

#China #Rusia #Amerika Serikat #Krisis Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Dunia
Putin Tambah 15.500 Personel Militer Rusia, Zelensky Klaim Rencana Korut Kirim 10.000 Tentara
Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekret yang menambah 15.500 personel ke dalam struktur resmi Angkatan Bersenjata Rusia.
Yusuf Abdillah - Selasa, 29 September 2026
Putin Tambah 15.500 Personel Militer Rusia, Zelensky Klaim Rencana Korut Kirim 10.000 Tentara
Dunia
15 Pulau Anyar Muncul Kawasan Arktik Akibat Pemanasan Global
Pemanasan global menyebabkan bagian depan gletser, yang dikenal sebagai gletser outlet, mengalami penyusutan
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
15 Pulau Anyar Muncul Kawasan Arktik Akibat Pemanasan Global
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Indonesia
China dan Indonesia Bakal Lakukan Kerja Sama Keamanan Maritim
Pada 21 Agustus 2026 lalu, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan China Laksamana Dong Jun bertemu di Jakarta dalam Mekanisme Dialog 2+2 antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan Indonesia dan China.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
China dan Indonesia Bakal Lakukan Kerja Sama Keamanan Maritim
Indonesia
Luncurkan 16 Satelit Setiap Tahun, Rusia Inggin Gandeng Indonesia
AI menjadi bagian dari agenda transformasi digital yang dibahas dalam pertemuan, termasuk pemanfaatannya untuk pendidikan dan penguatan literasi digital masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Luncurkan 16 Satelit Setiap Tahun, Rusia Inggin Gandeng Indonesia
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Bagikan