Hahaha... Pengakuan Jokowi di Balik Aksi Sulapnya yang Kocak di Hari Anak

Senin, 24 Juli 2017 - Thomas Kukuh

MerahPutih.com - Bukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) namanya kalau tidak bertindak sedikit nyeleneh dan bikin terpingkal. Jokowi kembali beraksi begitu kocak dan menghibur saat mengadiri peringatan Hari Anak Nasional 2017 di Pekanbaru, Riau. Orang nomor satu di pemerintahan Tanah Air menyampaikan pesan-pesan kepada anak-anak Indonesia lewat atraksi sulap. Penampilannya begitu lucu hingga membuat anak-anak terhibur.

"Saya ada atraksi sulap dan belajar berhari-hari untuk mempertunjukkannya kepada anak-anak sekalian, siap-siap yah?" ujar Presiden.

Mengenakan kaos merah putih berbalut jaket merah, Jokowi begitu kompak dengan sang istri, Iriana di atas panggung. Sedangkan ratusan anak dengan riang gembira menikmati aksi sulap tersebut.

“Nih anak-anak, ini kosong ya. Kosong ya…,” kata presiden asal Solo saat menunjukkan sebuah tongkat di tangan kanan dan kotak hitam kecil yang kosong di tangan kirinya.

“Nanti dihitung satu, dua, tiga. Yang semangat ya (menghitungnya)!” imbuhnya.

Sejurus kemundian dia menancapkan tongkat itu ke dalam kotak kecil itu. Saat tongkat itu dicabut, keluarlah bunga yang menempel di dalam kotak. Anak-anak pun riuh. “Ini tongkat ajaib ini. Ini tongkat ajaib,” seru Jokowi sambil meringis di depan anak-anak. Anak-anak pun berteriak-teriak seolah ingin berkomentar atas trik itu.

Dia lantas memainkan trik sulap sebuah bola bersama Iriana. Anak-anak pun terus terhibur dengan dengan tingkah presiden yang mirip pesulap senior pak Tarman. Namun, sebenarnya beberapa anak-anak tahu tentang trik-trik sulapan sang presiden. Banyak yang berseru, “itu pak kelihatan... kelihatan...”

Saat disinggung soal aksi sulapnya yang ketahuan oleh anak-anak, Jokowi pun terbahak. "Namanya bukan tukang sulap. Jadi kalau ketahuan ya, mohon maaf. Anak-anak pada tahu tadi," kata Jokowi usai beraksi.

Dia pun mengaku sengaja berlatih sulap sebelum beraksi. Lantas siapa yang melatih? Ternyata yang melatihnya tak lain adalah Kaesang, si anak bungsunya. "Di-training Kaesang, lima hari?” kata Presiden lantas terbahak.

Dalam kesempatan, tersebut Presiden ikut menyelipkan pesan tentang perilaku "bullying" atau perundungan dikalangan perlajar yang marak terjadi akhir-akhir ini. "Tugasnya anak-anak harus belajar yang keras, tidak boleh ada yang "membully" mencela, cemooh. Harus saling menghargai, bantu menolong, kalau ada teman sakit ditengok, pas nengok jangan lupa bawa roti," ujar Presiden.

Kemudian, sudah menjadi ciri khas bagi Presiden RI yang satu ini, dalam setiap kesempatan untuk membagikan sepeda.

Aksi kuis bagi-bagi sepeda dimulai dari pertanyaan yang dilontarkan Presiden kepada seorang anak dengan berani maju ke depan, Rafi Fadila dari SD N 36 Pekanbaru yang bercita-cita menjadi YouTuber kaya.

Mendengar tingkah lucu dan polos anak-anak tersebut, Presiden tampak bersemangat melontarkan pertanyaan. "Boleh, termasuk menjadi Petani yang Sukses, jadi dokter yang baik, dan termasuk YouTuber, dengan giat belajar," ujar Presiden. (mas)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan