Gubernur Pramono Pastikan Modifikasi Cuaca di Jakarta Bisa Tetap Berjalan, Gunakan Dana BTT
Selasa, 20 Januari 2026 -
MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menekan potensi cuaca esktrem yang menyebabkan hujan tinggi. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pihaknya tidak akan membatasi anggaran untuk pelaksanaan modifikasi cuaca. Anggaran OMC telah disiapkan untuk kebutuhan satu bulan penuh.
Menurut Pramono, Pemprov DKI bahkan telah melakukan pergeseran Belanja Tidak Terduga (BTT) guna memastikan operasi tersebut berjalan optimal.
"Untuk anggaran OMC, jadi kami sudah menganggarkan untuk satu bulan ini. Bahkan terus terang ada penggeseran BTT (Belanja Tidak Terduga)," kata Pramono di Jakarta, Selasa (20/1).
Pramono menegaskan penggunaan BTT dimungkinkan karena anggaran tersebut sudah masuk APBD DKI Jakarta. Menurut Pramono, kebutuhan anggaran OMC saat ini dinilai cukup dan tidak dibatasi hanya beberapa kali penerbangan seperti sebelumnya.
"Sudah bisa (menggeser anggaran dari BTT). Sudah, karena sudah masuk APBD. Cukup pokoknya. Karena anggarannya tidak seperti dulu. Dulu anggarannya hanya untuk modifikasi cuaca paling 3-5 kali. Ini mau sebulan pun akan diambil," ucapnya.
Baca juga:
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca
Lebih lanjut, Pramono mengungkapkan banjir yang kembali melanda puluhan RT di Jakarta pada Minggu (18/1) dipicu curah hujan yang tergolong sangat ekstrem. Padahal Pemprov DKI telah menjalankan OMC sejak 13 Januari.
Politikus PDI Perjuangan ini menyebut curah hujan yang tercatat di Jakarta Utara mencapai angka yang belum pernah ia temui selama menjabat gubernur selama setahun terakhir. Dari delapan titik pengukur hujan di wilayah tersebut, rata-rata curah hujan berada di atas 200 milimeter.
"Di Jakarta Utara ada delapan titik untuk menghitung curah hujan, rata-rata 260. Ada bahkan yang sampai dengan 280 dan itu tertinggi yang pernah saya ketahui selama saya menjabat Gubernur Jakarta," katanya.
Ia menjelaskan, pada Minggu, OMC dilakukan hingga tiga kali penerbangan. Keputusan itu diambil setelah melihat kondisi atmosfer Jakarta yang sudah sangat pekat sejak siang hari. Ia menegaskan pelaksanaan modifikasi cuaca saat ini telah berbasis kajian ilmiah. Ia menyebut hasilnya terlihat dari kondisi cuaca Jakarta yang kembali cerah setelah operasi dilakukan.
"Kemarin, pada Minggu, sampai tiga kali penerbangan. Kebetulan saya perintahkan secara langsung, karena Jakarta sudah pekat sekali ketika sore itu kan sudah pekat sekali," tutur Pramono.
Pramono menambahkan OMC dilakukan pada akhir pekan lalu sebagai respons terhadap kondisi atmosfer yang dinilai berpotensi memicu hujan deras. Meski demikian, konsentrasi hujan saat itu justru terkumpul di wilayah Jakarta Utara.
"Kalau tidak dilakukan, (dampak banjir) lebih daripada itu. Cuma memang beginilah, karena dilakukan dan biasanya kalau melakukan kan konsentrasinya dari atas ke bawah. Nah, kemarin itu curah hujannya semuanya menumpuk di Jakarta Utara. Sebesar 80 persen hujan itu Jakarta Utara," pungkasnya.(Asp)
Baca juga:
Operasi Modifikasi Cuaca Jalan Setahun Penuh, BPBD DKI Jakarta Anggarkan Rp 31 Miliar