MerahPutih.com - Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) melaporkan adanya pelanggaran serius terhadap gencatan senjata yang baru saja disepakati.
Pada 3 Juni, UNIFIL mendeteksi 69 pelanggaran wilayah udara Lebanon oleh Israel, termasuk 25 serangan udara jet tempur IDF dan dua serangan roket oleh helikopter.
Baca juga:
Pasukan UNIFIL PBB Kembali Jadi Korban Serangan Israel di Lebanon, 1 Tewas 2 Luka-Luka
“UNIFIL mencatat sekitar 569 proyektil diluncurkan dari posisi IDF di selatan Garis Biru dan di dalam area operasi UNIFIL,” kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric, dikutip Sputnik, Jumat (5/6)
Serangan Hantam Layanan Kesehatan
UNIFIL juga mencatat situasi keamanan Lebanon semakin memprihatinkan setelah serangan di Kegubernuran Selatan menghantam sebuah ambulans, menewaskan dua paramedis dan melukai satu lainnya secara serius.
“Serangan terhadap layanan kesehatan terus berlanjut pada level yang mengkhawatirkan,” Juru Bicara PBB Stephane Dujarric.
AS Mediasi Proses Perundingan Gencatan Senjata
Awal pekan ini Lebanon dan Israel baru saja menggelar putaran pembicaraan langsung di Washington yang dimediasi Amerika Serikat. Dilansir Antara, AS menyebut kesepakatan gencatan senjata telah tercapai, dengan syarat Hizbullah menghentikan seluruh aksi militer dan menarik pasukan dari selatan Sungai Litani.
Baca juga:
Satgas Konga Bakal Diberangkatkan ke Lebanon Pada Akhir Mei 2026
Meski demikian, Israel tetap melancarkan serangan udara ke berbagai wilayah Lebanon. Sebaliknya, Kelompok Hizbullah sendiri menyatakan siap mematuhi gencatan senjata, asalkan serangan Israel dihentikan sepenuhnya. (*)