Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Gempa Maluku Utara, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Masuk Gedung dan Rumah Terdampak

Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026

MERAHPUTIH.COM - BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat korban gempa bumi M 7,6 di Perairan Maluku Utara untuk tetap waspada saat memasuki gedung atau rumah walaupun status peringatan dini tsunami sudah dicabut BMKG.

“Mengimbau warga di daerah terdampak, sebelum memasuki rumah atau bangunan, untuk kembali memeriksa struktur bangunan apabila mengalami kerusakan retak struktur. Itu perlu menjadi perhatian dan tidak langsung masuk. Jadi harus diperiksa struktur bangunannya," kata Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Fachri Radjab.

Gempa bumi yang terjadi pada Kamis (2/4), pada pukul 05.48 WIB itu memiliki kedalaman bertingkat, mulai dari peringatan pertama 18 kilometer hingga 62 kilometer, memunculkan peringatan siaga tsunami di kawasan perairan Maluku Utara.


Berikut ini pendoman memeriksa kondisi rumah setelah terdampak gempa:


1.Cek struktur fondasi

Pastikan melihat apakah fondasi rumah masih utuh, retak, atau miring.

2. Cek instalasi listrik dan gas

Periksa apakah ada kabel listrik yang terkelupas atau pipa gas yang bocor. Jika mencium bau gas, segera keluar dan jangan menyalakan api.

Baca juga:

Sembilan Sensor Tsunami Maluku Utara dan Sulawesi Utara Berfungsi Normal Usai Gempa Mgnitudo 7,6

3. Hindari genangan air

Kondisi gempa bisa menimbulkan kerusakan instalasi kelistrikan yang ada di dalam tanah. Kondisi genangan air tertentu mungkin mengalirkan listrik dari kabel yang terkelupas atau lepas. Jika tersentuh, air bisa menyentrum yang berbahaya.

4. Pastikan memasuki gedung atau rumah setelah ada instruksi resmi dari BMKG atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kalau kondisi sudah aman.

Kemungkinan gempa susulan

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menanggapi kemungkinan gempa susulan. Dia menjelaskan kemungkinan gempa susulan bisa terjadi. Pihaknya akan terus memberikan perkembangan soal bencana ini.

"Terkait dengan gempa susulan, bisa jadi beberapa hari mendatang. Apabila ada gempa dan kondisi membahayakan, kita kembali ke SOP mengeluarkan peringatan dini berikutnya," kata dia.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Gempa Bumi dan Tsunami di BMKG Dr Rahmat Triyono menyampaikan hal senada dengan Faisal. Dia mengatakan hingga dua jam dari pencabutan status dini tsunami, gempa susulan masih terjadi. Menurutnya, agar bisa menghentikan status gempa, diperlukan pengamatan panjang supaya bisa menunjukan trennya seperti apa.

"Kapan berakhirnya kita perlu data yang lebih banyak sehingga kita bisaa menunjukan tren dari waktu ke waktu, sampai ada peluruhan, secara umum biasanya 1-2 minggu. Namun, pada akhirnya, secara lokasi seismik berbeda, tektornya berbeda, waktu gempa susulan berbeda," katanya.(tka)

Baca juga:

1 Orang Meninggal di Manado Akibat Gempa Bumi Magnitudo 7,6

Baca Artikel Asli