MERAHPUTIH.COM - BMKG mencabut peringatan dini tsunami pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Laut Sulawesi atau wilayah pantai selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6).
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan status peringatan dini tsunami dihentikan pada pukul 10.15 WIB setelah hasil pemantauan menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat pesisir.
Maka peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani
BMKG menjelaskan keputusan tersebut penting agar tim gabungan penanggulangan bencana mulai dari Basarnas, BNPB, BPBD, hingga TNI dan Polri dapat segera melakukan langkah konsolidasi dan penanganan di wilayah terdampak.
Baca juga:
Gempa M 7.7 Sangihe, BNPB Catat Adanya Sejumlah Tsunami ‘Kecil’
Sebelumnya, alat pemantau pasang surut laut BMKG sempat merekam gelombang tsunami di sejumlah daerah.
Gelombang tertinggi tercatat terjadi di Palengen, Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara, dengan ketinggian mencapai 75 sentimeter pada pukul 08.20 WIB.
Selain itu, anomali muka air laut juga terdeteksi di beberapa wilayah lain, yakni Paleleh, Sulawesi Tengah setinggi 45 sentimeter, Melonguane 32 sentimeter, Tahuna 30 sentimeter, Bitung 29 sentimeter, serta Loloda dan Ternate di Maluku Utara masing-masing 9 dan 14 sentimeter.(knu)
Baca juga:
Warga Kepulauan Sangihe Mulai Mengungsi Imbas Peringatan Tsunami Gempa M 7,7