MERAHPUTIH.COM - GEMPA bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,2 mengguncang kawasan Halmahera Barat, Maluku Utara, Jumat (3/7). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tak berpotensi tsunami.
BMKG mengungkap gempa tersebut memiliki kedalaman 100 kilometer. Dengan pusat di 67 kilomter barat laut Halmahera Barat.
"Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi," kata BMKG.
Baca juga:
Guncangan keras atau skala III-IV MMI dilaporkan dirasakan di Halmahera Utara.
Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas III-IV MMI. Pada siang hari dirasakan orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi di Halmahera Utara.
BMKG.
Selain itu, guncangan skala III MMI dirasakan di Ternate, Tidore, Sanana, dan Morotai. Kemudian guncangan dirasakan skala II-III MMI dilaporkan dirasakan di Kota Gorontalo, Gorontalo Utara, dan Bone Bolango.
BMKG menyatakan gempa bumi tak berpotensi tsunami.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Laut Maluku," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam keterangan tertulis.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust fault).(knu)
Baca juga:
BNPB Sebut Sejumlah Bangunan Rusak Imbas Gempa Bumi M 6,7 di Palu