Gandeng GIZ di Berlin, Gubernur DKI Jakarta Pramono Perluas Kerja Sama Mobilitas Hijau
Jumat, 28 November 2025 -
MERAHPUTIH.COM - GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung melakukan pertemuan strategis dengan pimpinan German Corporation for International Cooperation (GIZ) serta perwakilan Federal Ministry for Economic Cooperation and Development (BMZ) di Rotes Rathaus, Berlin. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya diplomasi pembangunan yang bertujuan memperluas jejaring internasional Jakarta, khususnya dalam tata kelola digital, inovasi perkotaan, dan pengembangan mobilitas berkelanjutan.
Pramono menyambut baik dukungan Pemerintah Jerman dan Uni Eropa melalui berbagai program pengembangan kapasitas, termasuk inisiatif Smart Change yang telah menjadi tonggak penting dalam percepatan transformasi digital Jakarta. Ia menegaskan Jakarta tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mitra aktif yang berkontribusi dalam membangun model kota masa depan berbasis inovasi dan kolaborasi global.
"Saya ingin menegaskan kemitraan antara Jakarta dan Berlin melalui GIZ bukan hanya kerja sama administratif. Ini merupakan upaya bersama mendorong batasan inovasi agar kota menjadi lebih manusiawi, inklusif, dan efisien," ujar Pramono.
Salah satu agenda utama dalam pertemuan ini yakni penguatan Jakarta Future City Hub, yang kini berkembang sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, startup, akademisi, dan masyarakat sipil. Melalui program tersebut, Jakarta bersama GIZ telah menghasilkan 40 rekomendasi kebijakan, mendukung 89 startup, melatih 24 lembaga inkubasi, dan melibatkan lebih dari 15.800 peserta dalam program publik berbasis inovasi.
"Jakarta Future City Hub bukan proyek jangka pendek. Ini merupakan fondasi kolaboratif bagi transformasi digital Jakarta di masa depan. Kami berkomitmen memastikan The Hub terus hidup, tumbuh, dan menjadi ruang eksperimen kebijakan berbasis data dan inovasi," lanjut Pramono.
Baca juga:
Satgas Jaga Jakarta Resmi Dibentuk, Pramono Anung: Kerja Bersama Jaga Ibu Kota
Selain sektor digital, dialog juga membahas rencana perluasan kerja sama pada bidang mobilitas hijau. Fokus utamanya mencakup pengembangan transportasi umum berbasis energi bersih serta digitalisasi layanan untuk meningkatkan kualitas mobilitas warga. Jakarta menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik pada 2030. Dalam pertemuan ini, Gubernur membuka peluang kerja sama dalam penelitian, proyek percontohan, serta pemanfaatan big data dan kecerdasan buatan untuk pengelolaan armada dan perencanaan rute.
"Kami melihat potensi kolaborasi dalam digitalisasi TransJakarta, penerapan mobility as a service, dan integrasi data lintas moda. Ini bukan hanya membuat transportasi lebih efisien, melainkan juga lebih nyaman, lebih mudah diakses, dan lebih ramah lingkungan bagi warga," tegasnya.
Menurut dia, kolaborasi ini akan menjadi contoh kemitraan strategis antarkota dunia dalam menghadapi tantangan urbanisasi global. Ia juga mengundang GIZ untuk memperdalam kolaborasi teknis dalam fase lanjutan transformasi kota.
"Saya yakin perjalanan kita masih panjang. Jika kita melanjutkan kemitraan ini dengan visi dan keberanian, kita tidak hanya memecahkan tantangan Jakarta, tetapi turut menginspirasi kota-kota lain di Asia dan dunia," tutupnya.(asp)
Baca juga:
Jakarta Targetkan Masuk 50 Kota Global 2030, Gubernur Pramono Ungkap Langkah Konkret di Berlin
Caption: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan pertemuan strategis dengan pimpinan GIZ (German Corporation for International Cooperation). (Foto: dok Pemprov DKI).