Fakta Baru, 15,3 Juta Usia Produktif di Indonesia Tidak Punya Rekening Bank
Selasa, 20 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan fakta baru yang cukup mencengangkan di dunia perbankan Indonesia.
Berdasar temuan LPS, sebanyak 15,3 juta masyarakat usia produktif (15–69 tahun) di Indonesia masih belum memiliki rekening perbankan hingga akhir tahun 2025.
“Menurut data yang kami pantau dan hitung, saat ini jumlah penduduk produktif yang belum mempunyai rekening adalah sebanyak 15,3 juta jiwa,” kata Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu, saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (27/1).
Baca juga:
50 Juta Penduduk Belum Miliki Rekening Bank, Warga Kalimantan Paling Banyak
Kampanye Literasi Keuangan
Untuk itu, Anggito menargetkan jumlah tersebut dapat ditekan hingga 13 juta jiwa pada 2026 melalui kampanye literasi keuangan dan kerja sama dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Tentu kami tidak sendiri, melakukan semacam kampanye, edukasi, literasi. Kami punya program LIKE IT, misalnya, untuk menguatkan kepercayaan dan perlindungan masyarakat,” tuturnya.
Baca juga:
PPATK Temukan Rekening Bank Dijual Bebas di Marketplace, Diduga untuk Cuci Uang
Kebijakan Baru Suku Bunga Penjaminan
Tak hanya fokus pada inklusi keuangan, LPS juga memutuskan mempertahankan tingkat suku bunga penjaminan simpanan rupiah di bank umum pada level 3,50 persen.
Tingkat bunga penjaminan simpanan rupiah pada bank perekonomian rakyat (BPR) tetap di level 6,00 persen, sementara simpanan valuta asing (valas) di bank umum berada pada level 2,00 persen. Dilansir Antara, kebijakan baru itu berlaku mulai 1 Februari hingga 31 Mei 2026. (*)