Duit Injeksi Pemerintah ke Bank Negara Hampir Habis, Bank Minta Tambahan
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu memberikan pemaparan dalam “Economic Outlook: Tahun 2026, Tahun Ekspansi” di Jakarta, Rabu (5/11/2025). (ANTARA/Imamatul Silfia)
MerahPutih.com - Himpunan Bank Milik Nagara diklaim te;ah menyalurkan sampai 84 persen. Di mana, bank telah mengajukan tambahan injeksi dana. Per tanggal 22 Oktober, ini sudah Rp 167,6 triliun.
"Mandiri dan BRI kencang juga, sudah langsung 100 persen. Mereka sudah minta lagi,” kata Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu dalam “Economic Outlook: Tahun 2026, Tahun Ekspansi” di Jakarta, Rabu (5/11).
Injeksi dana pemerintah berperan dalam menurunkan cost of fund perbankan berkat bunga yang lebih rendah, sehingga mendorong bank untuk menyalurkan kredit dengan cepat.
“Dengan bunga 3,8 persen, langsung mengalahkan banyak sekali special rate, sehingga perbankan, khususnya bank yang performa kreditnya bagus, itu punya ruang lebih banyak. Jadi tidak heran kalau Bank Mandiri dan BRI bisa langsung menyalurkan,” jelas Febrio.
Baca juga:
Minta Tambah Dana dari SAL Rp 200 Triliun, Bank Mandiri Klaim Salurkan Kredit Dalam 15 Hari
Selain BRI dan Mandiri, realisasi kredit oleh tiga bank lainnya masih dalam progres. Di mana, realisasi penyaluran kredit dari dana pemerintah oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tercatat sebesar Rp 37,4 triliun atau 68 persen dari total injeksi dana Rp 55 triliun.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyalurkan Rp 10,3 triliun atau 41 persen dari total Rp 25 triliun. Sementara PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terealisasi Rp 9,9 triliun atau 99 persen dari total Rp 10 triliun.
Terkait usulan tambahan dana, Kemenkeu bakal mengevaluasi kondisi kas pemerintah sebelum mengambil keputusan dengan memastikan kebutuhan operasional kas telah terpenuhi.
"Baru menentukan peluang tambahan injeksi dana untuk penyaluran kredit kepada perbankan. Begitu ada potensi kas yang berlebih dalam waktu tertentu, kami bisa selalu letakkan di perbankan. Jadi, kami akan melakukan dengan manajemen kas yang makin efisien,” ujarnya.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
KPK Gelar OTT di Jakarta dan Lampung, Sita Uang Miliaran dan 3 Kg Emas
Awal Februari 2026 Ini Pemerintah Tarik Rp 36 Triliun Dari 9 Surat Utang Negara
Dirut BEI Mundur, Purbaya: Ini Sinyal Positif
Iuran Indonesia ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump Sebagian Bakal Dari APBN
Purbaya Tegaskan Pergantian Wamenkeu Tergantu Dinamika Politik, Bisa Berubah-ubah
Ternyata! 15 Juta Orang Usia Produktif di Indonesia Tidak Memiliki Rekening Bank
Purbaya Inginkan Pajak Penghasilan di Marketplace Diterapkan Saat Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
Biar Tidak Dikeluhkan, Bandwidth Coretax Bakal Diperbesar Saat Puncak Pelaporan Pajak
Sinyal Tukaran Posisi Deputi Gubernur BI Juda Agung dengan Wamenkeu Thomas Djiwandono
Deputi Gubernur BI Juda Agung Mundur, Keponakan Prabowo Mencuat Jadi Pengganti