Merahputih.com - Keputusan menarik datang dari Enzo Maresca Man City yang resmi mempromosikan tiga bintang akademi Man City ke skuad utama pada musim ini.
Langkah berani ini diambil lantaran kualitas taktis dan mentalitas unggul dari trio pemain muda Manchester City yakni Ryan McAidoo, Kaden Braithwaite, dan Floyd Samba dinilai sudah setara dengan level tim senior.
Ketiga wonderkid tersebut kini rutin melakoni latihan harian bersama tim utama dan disiapkan turun gelanggang pada laga Carabao Cup melawan Norwich City di Etihad Stadium.
Baca juga:
Hasil Carabao Cup: Manchester City Perkasa, Libas Norwich 5-0 untuk Melaju ke Putaran Keempat
Kehadiran Ryan McAidoo, Kaden Braithwaite, dan Floyd Samba jelas menyuntikkan darah segar bagi kedalaman skuad racikan Maresca. Maresca menegaskan bahwa persoalan umur sama sekali bukan halangan, selama jebolan akademi Man City tersebut punya skill mumpuni dan etos kerja yang jempolan di lapangan.
Bagi Maresca, memberikan jam terbang untuk para wonderkid Man City bukan sekadar ajang rotasi biasa, melainkan strategi jitu untuk menjaga DNA klub sekaligus melahirkan generasi penerus yang punya ikatan batin kuat dengan tim.
Syarat Utama Tembus Skuad Senior: Kualitas dan Sikap!
Banyak yang bertanya-tanya, apa sebenarnya standar Maresca dalam memilih pemain muda? Ternyata, jawabannya cukup simpel tapi tegas: bakat dan attitude.
Ketika pemain muda punya kualitas bagus, usia tidak akan menutup atau membuka pintu. Jika mereka bagus dan punya sikap yang baik, mereka bekerja bersama kami,
tegas Maresca.
1. Ryan McAidoo: Tipe Winger Agresif Kesukaan Maresca
Nama pertama yang paling bikin Maresca kepincut adalah Ryan McAidoo. Sang winger 18 tahun bahkan sudah mencicipi dua penampilan di Premier League musim ini.
Sejak tur pramusim di Asia melawan Inter Milan, Maresca memang sudah terpesona dengan gaya mainnya yang berani dan ngeyel.
McAidoo, jika kalian ingat salah satu konferensi pers pertama saya, saya bilang dia adalah tipe sayap yang saya sukai – dia tidak kenal takut, selalu meminta bola, dan sangat agresif dalam duel satu lawan satu,
ucap dia.
Kadang Anda melihat pemain sayap yang saat memegang bola malah mundur. Ryan menerima bola dan langsung merangsek maju ke depan. Saya rasa dalam dua pertandingan Premier League di mana dia mendapat menit bermain, dia tampil sangat bagus dan tidak ada yang berubah darinya.
2. Floyd Samba & Kaden Braithwaite: Daya Gedor dan Tembok Serbaguna
Selain McAidoo, duo pemain muda lainnya juga punya spesialisasi yang tak kalah mentereng. Floyd Samba diproyeksikan sebagai gelandang serang haus gol yang rajin merangsek ke kotak penalti lawan untuk merobek jala. Di sisi lain, Kaden Braithwaite menawarkan fleksibilitas yang sangat berharga untuk lini pertahanan.
Kaden secara fisik sangat kuat dan saya pikir dia bisa menjadi bek tengah sekaligus full-back. Dia memang masih harus terus belajar, tapi potensinya untuk bermain di dua posisi itu sangat besar,
puji Maresca.
Magis Pemain Homegrown: Belajar dari Kesetiaan Phil Foden
Alasan lain mengapa pelatih asal Italia ini doyan memoles talenta akademi adalah faktor ikatan emosional. Ia mengambil contoh nyata dari sosok Phil Foden, ikon homegrown yang mendedikasikan hatinya penuh untuk panji The Citizens.
Jika Anda berbicara dengan Phil (Foden), City adalah klubnya. Kalau Anda ngobrol dengan pemain yang bukan dari akademi, mungkin klub kebanggaannya adalah tim yang berbeda. Perasaan mereka tentu beda. Itulah mengapa ketika saya melihat pemain akademi yang potensial, saya sangat suka memberi mereka kesempatan, karena saya tahu perasaan di lubuk hati mereka pasti berbeda,
jelas Maresca panjang lebar.
Namun, karpet merah menuju tim utama ini tetap punya syarat ketat. Perilaku, kemampuan, dan sikap para pemain muda ini terus dipantau secara detail oleh staf pelatih, bahkan ketika mereka harus kembali bermain untuk tim akademi (EDS).
Baca juga:
5 Statistik Menarik Manchester City vs Norwich City: Langganan Hujan Gol
Kini, setelah McAidoo dan Braithwaite sukses mencicipi panasnya menit bermain bersama tim senior, giliran Floyd Samba yang mencuri perhatian saat Manchester City lumat Norwich City 5 gol tanpa balas.
