Elektabilitas Golkar Anjlok Gara-gara Setnov, Begini Reaksi Kader
Senin, 27 November 2017 -
MerahPutih.com - Elektabiltas Partai Golkar anjlok pasca Ketua Umum Setya Novanto ditahan KPK. Bahkan berdasarkan hasil riset Poltracking baru-baru ini, posisi Golkar disalip Gerindra.
Menanggapi hasil survei tersebut, politisi Golkar Meutya Hafid mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait hal itu.
"Ini tetap akan menjadi perhatian kami, kami akan mencermati opini publik dan pastinya akan menjadi evaluasi," katanya kepada awak media di Gedung DPR, Senin (27/11).
Wakil Ketua Komisi I DPR ini menilai, dengan adanya hasil riset tersebut, tentunya akan memberikan peringatan kepada partai beringin untuk lebih berhati-hati. "Kita akan kaji apakah betul penurunan elektabilitas karena Ketua Umum tersangkut kasus, ini juga pasti akan jadi perhatian," ujar dia.
Pastinya, lanjut Meutya, Golkar akan mendengarkan suara rakyat. Hanya saja, pihaknya sedang menunggu momentum tepat untuk menyikapi berbagai hal.
"Kita tunggu waktu yang tepat dan langkah apa yang akan diambil," tandasnya.
Berdasarkan hasil survei Poltracking, pilihan partai politik saat ini masih didominasi PDIP dengan persentase 23,4 persen, disusul Partai Gerindra dengan 13,6 persen dan Partai Golkar ada di posisi ketiga dengan 10,9 persen.
Perolehan ini berbeda dengan Pemilu 2014 lalu, di mana PDIP meraih 18,95 persen suara, Partai Golkar 14,75 persen suara, dan Partai Gerindra 11,81 persen suara.
"Disalipnya Golkar oleh Gerindra ini tak lepas dari kasus dugaan korupsi e-KTP yang tengah menjerat Setnov," kata Direktur Poltracking Hanta Yudha. (Fdi)
Baca juga berita lainnya dalam artikel:Wasekjen Golkar Penuhi Panggilan KPK Jadi Saksi Meringankan Setnov