Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger

Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026

MerahPutih.com - Isu merger Partai Nasdem dan Gerindra yang diangkat majalah Tempo langsung ditanggapi Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasdem Jawa Timur.

Partai yang dipimpin Surya Paloh itu menyampaikan sikap resmi terkait hasil liputan tersebut. Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur Lita Machfud Arifin, menilai pemberitaan tersebut memicu kegaduhan di ruang publik.

Anggota Komisi X DPR itu menegaskan bahwa narasi dalam laporan tersebut tidak berasal dari pernyataan resmi internal partai. Lita menilai framing yang dibangun berpotensi membentuk persepsi yang tidak utuh di tengah masyarakat.

Menurutnya, isu ini tidak hanya soal perbedaan tafsir, tetapi sudah menyentuh sensitivitas kader dan simpatisan Partai Nasdem di berbagai daerah.

Narasi yang menggambarkan seolah Partai Nasdem akan dilebur atau "dicaplok" oleh partai lain disebutnya tidak berdasar dan berisiko menyesatkan publik, bahkan berpotensi menimbulkan kegaduhan.

Ia juga mengkritisi aspek visualisasi dalam produk jurnalistik tersebut. Menurut Lita, ilustrasi yang ditampilkan tidak hanya problematik secara substansi, tetapi juga berpotensi merendahkan martabat partai serta kepemimpinan nasional.

"Produk jurnalistik seharusnya berpijak pada etika pers, keberimbangan informasi, serta kehati-hatian dalam menyajikan simbol visual," ujar Anggota DPR RI asal Dapil Jatim 1 (Surabaya-Sidoarjo) itu.

Baca juga:

Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR

Meski demikian, DPW Partai Nasdem Jawa Timur menegaskan tetap menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi. Namun, kebebasan tersebut diharapkan berjalan seiring dengan prinsip akurasi, verifikasi, dan keberimbangan informasi.

Sebagai bentuk respons, DPW Partai Nasdem Jawa Timur menyampaikan tiga tuntutan kepada Majalah Tempo.

Pertama, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Partai Nasdem beserta seluruh kader dan simpatisan.

Kedua, memuat klarifikasi resmi secara proporsional atas pemberitaan yang dinilai tidak akurat.

Ketiga, menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga etika pers, akurasi, dan kualitas jurnalistik ke depan.

Politisi Nasdem Jawa Timur itu juga menegaskan bahwa partainya tetap berdiri mandiri serta konsisten memperjuangkan politik berbasis gagasan.

Sejatinya protes terhadap Tempo juga dilayangkan hampir semua kader Nasdem di penjuru Tanah Air. Bahkan, di Jakarta ratusan kader Nasdem menggelar aksi damai di depan kantor Tempo untuk memprotes isu tersebut.

Baca juga:

Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal

Pemimpin Redaksi Tempo Setri Yasra pada media sempat menjawab protes Fraksi Nasdem soal isu pemberitaan merger Nasdem-Gerindra.

Setri Yasra menghormati segala bentuk penilaian terkait pemberitaan yang dihadirkan Tempo. Ia juga sepakat melibatkan Dewan Pers dalam setiap sengketa pemberitaan. Menurutnya hal itu juga sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“Perbedaan perspektif terhadap pemberitaan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi,” kata Setri dalam keterangan resmi pada Selasa, 14 April 2026.

Menanggapi substansi yang menjadi tuntutan kader Nasdem, Setri menegaskan bahwa laporan utama yang dipublikasikan Tempo telah melalui proses jurnalistik. “Materi pemberitaan yang dipublikasikan oleh Tempo merupakan karya jurnalistik yang telah melalui proses verifikasi, akuntabel, dan berdasarkan Kode Etik Jurnalistik,” ujar dia. (*)

Baca Artikel Asli