Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

DPR Sebut Perdamaian AS-Iran Bisa Tekan Harga Minyak dan Risiko Inflasi di RI

Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026

MERAHPUTIH.COM - WAKIL Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menyambut baik tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang disebut berpotensi membawa dampak positif bagi stabilitas kawasan Timur Tengah maupun ekonomi global.


Menurut Sukamta, penghentian konflik bersenjata merupakan langkah penting untuk menjaga keamanan internasional dan mengurangi ketegangan geopolitik yang selama ini membayangi kawasan tersebut.

"Saya menyambut baik tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Apa pun bentuk dan detail final dari kesepakatan tersebut, penghentian konflik bersenjata merupakan langkah positif bagi stabilitas kawasan Timur Tengah dan keamanan global," kata Sukamta dalam keterangannya, Rabu (17/6).

Politikus PKS itu menilai Indonesia juga berpotensi memperoleh manfaat langsung, khususnya di sektor energi dan perekonomian.

Baca juga:

Iran-Amerika Sepakat Akhiri Perang, Komisi I DPR: Israel jangan Rusak Perjanjian Damai

Ia menjelaskan Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting dunia. Meredanya ketegangan di kawasan tersebut dinilai dapat membantu menekan harga minyak dunia dan menjaga stabilitas pasokan energi.

"Pembukaan Selat Hormuz berpotensi mengurangi risiko inflasi dan kenaikan biaya logistik yang berdampak kepada masyarakat."


Sukamta, Wakil Ketua Komisi I DPR RI

Meski demikian, Sukamta mengingatkan bahwa kesepakatan damai tersebut tidak otomatis menyelesaikan seluruh persoalan yang ada di Timur Tengah. Menurut dia, berbagai isu strategis masih membutuhkan proses panjang serta komitmen dari seluruh pihak agar perdamaian yang tercipta dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Sukamta mengatakan perkembangan tersebut juga menunjukkan konflik antarnegara pada akhirnya harus diselesaikan melalui jalur diplomasi. Oleh karena itu, ia menilai dialog, negosiasi, serta penghormatan terhadap hukum internasional harus menjadi pilihan utama dalam menyelesaikan perselisihan.

Ia menegaskan politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dianut Indonesia tetap relevan di tengah peningkatan rivalitas geopolitik dunia. Selain memperkuat diplomasi, Sukamta juga meminta pemerintah menjadikan momentum tersebut untuk memperkuat ketahanan nasional, termasuk di bidang energi, pangan, pertahanan, teknologi, dan keamanan siber.

Menurut dia, berbagai konflik yang terjadi di Ukraina, Gaza, Laut China Selatan, hingga ketegangan antara AS dan Iran menunjukkan bahwa stabilitas global tidak dapat dianggap permanen.

Sukamta berharap kesepakatan damai tersebut menjadi awal bagi terciptanya perdamaian yang lebih luas di Timur Tengah, termasuk penyelesaian konflik Palestina.(Pon)

Baca juga:

AS dan Iran Capai Kesepakatan, Harga Minyak Tergelincir

Baca Artikel Asli