Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Dorong Ekspor, Pemerintah Manfaatkan Skema Imbal Dagang RI-Afsel

Noer Ardiansjah - Jumat, 21 Juli 2017

MerahPutih.com - Pemerintah Indonesia dan Afrika Selatan tengah bertemu guna membahas kerja sama perdagangan antar kedua negara.

Untuk memperlancar realisasi ekspor, pemerintah lewat Kemendag akan memanfaatkan skema imbal dagang (counter trade) bagi produk yang pengelolaannya masih melibatkan peran antarpemerintah, misalnya, produk energi (minyak dan gas) dari Afrika yang dapat dibarter dengan produk alutsista, transportasi, dan kelapa sawit Indonesia.

"Selain penjajakan PTA, pemerintah juga membantu dari segi government to government lewat skema imbal dagang, serta melalui perwakilan di luar negeri, baik ITPC maupun Atdag," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/7).

Peneliti Institute of Development Economics and Finance Eko Listiyanto menilai bahwa konsep yang akan dilakukan tersebut bisa menguntungkan kedua pihak. Menurutnya, membuka pasar lewat Afsel adalah langkah yang tepat, karena Afsel adalah negara paling maju di Afrika.

"Konsepnya, sih, pasti bagus itu karena, 'kan bisa menguntungkan kedua pihak harapannya. Kalau di Afrika, ya, memang yang paling maju itu Afrika Selatan," kata Eko.

Peneliti lulusan Universitas Indonesia ini mengatakan, hal yang tidak boleh luput dari perhatian pemerintah yakni, bagaimana pengejawantahannya nanti dapat terlaksana sesuai dengan harapan, baik dari segi dagangnya, maupun segi investasi.

"Yang harus dipikirkan adalah bagaimana cara mengimplementasikannya itu. Ketika kita menyodorkan model skema imbal dagang yang istilahnya fair trade, nanti bagaimana menindaklanjuti di bawah, baik sifatnya dagang, maupun investasi, karena dua itu pasti terkait antara hubungan dagang dan hubungan investasi," ucapnya.

Menurut Eko jumlah investasi yang diberikan kepada suatu negara akan berbanding lurus dengan volume perdagangan yang dihasilkan. Bukan tidak mungkin nanti ada penerbangan yang langsung menuju ke Afsel akibat dari multiplier effect-nya.

“Misalkan, investasi ke Afrika Selatan semakin besar, biasanya juga nanti akan diikuti oleh volume perdagangan yang semakin besar juga. Dari situlah kemudian bisa menimbulkan aktivitas ekonomi sekunder, misalkan penerbangan ke sana jadi ada, kaya gitu multiplier effect-nya,” tandasnya. (*)

Sumber: ANTARA

Baca Artikel Asli