Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Dokter Spesialis Beberkan Beda Serangan Jantung dengan Kematian Jantung Mendadak

Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Februari 2026

Merahputih.com - Bayangkan seorang atlet profesional dengan otot kawat tulang besi, tiba-tiba kolaps di tengah lapangan hijau saat sedang berada di puncak performanya. Padahal, pemeriksaan kesehatan rutin selalu menunjukkan hasil sempurna.

Fenomena ini bukanlah sihir, melainkan sebuah realitas medis di mana "mesin" utama manusia mengalami kegagalan sistem secara tiba-tiba tanpa peringatan sebelumnya.

Baca juga:

Pasien Jantung Jangan Makan Berlebih Saat Berbuka Puasa, Akibatnya Bisa Fatal!

Beda Jalur: Antara Sumbatan Aliran dan Korsleting Listrik

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Ardian Rizal, Sp.JP(K)-FIHA, meluruskan kesalahpahaman publik mengenai serangan jantung dan kematian jantung mendadak. Meski terdengar serupa, keduanya memiliki mekanisme kerusakan yang sangat berbeda di dalam rongga dada.

“Kematian jantung mendadak biasanya karena gangguan listrik jantung yang kacau. Sementara serangan jantung karena sumbatan aliran darah di pembuluh koroner,” ujar dr. Ardian, Sabtu (14/2).

Gangguan irama jantung atau aritmia menjadi aktor intelektual di balik sekitar 26,3 persen kasus kematian jantung. Anggota Perhimpunan Aritmia Indonesia tersebut mengungkapkan bahwa kerusakan otot jantung pada pasien koroner sering kali memicu munculnya aritmia fatal secara mendadak yang berujung pada henti jantung.

Baca juga:

Diresmikan Prabowo dan MBZ, RS Kardiologi Emirates Jadi Pusat Layanan Jantung Jawa Tengah

Kondisi ini sangat kritis karena kecepatan penanganan menjadi kunci utama yang menentukan hidup dan mati.

"Pasien dengan gangguan irama jantung fatal peluang bertahan hidupnya kurang dari satu persen jika tidak segera tertangani," tegas dr. Ardian. \

Kesadaran untuk melakukan pemeriksaan dini menjadi satu-satunya jalan keluar untuk mendeteksi gangguan listrik ini sebelum berubah menjadi bencana yang mematikan.

Baca Artikel Asli