Merahputih.com - Jarum indikator bahan bakar pada dasbor mobil seolah bergerak lebih cepat menuju huruf 'E' saat melintasi kemacetan kota. Bayang-bayang kenaikan harga BBM awal April akibat konflik Timur Tengah kian menghantui pikiran setiap pengemudi.
Di tengah dinamika harga minyak dunia, mengelola konsumsi bahan bakar kini menjadi seni bertahan hidup paling krusial bagi pemilik kendaraan.
Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, membagikan langkah sederhana namun efektif menekan pengeluaran bensin. Kuncinya terletak pada perilaku berkendara serta kondisi teknis kendaraan.
Baca juga:
“Pengemudi mobil dapat menghemat BBM dengan menjaga kecepatan tetap stabil, menghindari akselerasi dan pengereman mendadak,” kata Yannes saat dihubungi dari Jakarta, Senin.
Bahaya Gaya Berkendara Agresif
Gaya menyetir ugal-ugalan seperti akselerasi cepat serta pengereman mendadak terbukti memboroskan bahan bakar secara sia-sia. Data Departemen Energi Amerika Serikat menunjukkan perilaku tersebut menurunkan efisiensi konsumsi BBM sekitar 15-30 persen pada kecepatan jalan tol. Dalam kondisi lalu lintas macet atau stop-and-go, pemborosan bahkan mencapai angka 40 persen.
Mematikan mesin saat berhenti lama juga menjadi poin penting demi mengurangi pemborosan. Selain itu, penggunaan penyejuk kabin (AC) perlu mendapat perhatian serius karena menyedot energi cukup besar.
“Penggunaan AC dapat meningkatkan konsumsi BBM hingga sekitar 20 persen, terutama saat suhu lingkungan sedang terik siang hari,” imbuh Yannes.
Perawatan Mesin Kunci Efisiensi
Efisiensi optimal mustahil tercapai tanpa kondisi kendaraan prima. Pemilik mobil wajib menjaga tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan serta menghindari muatan beban berlebih. Servis rutin meliputi penggantian oli, pembersihan injektor, hingga pemeriksaan sistem pembakaran berperan vital menjaga kinerja mesin.
Langkah preventif ini terbukti ampuh menyelamatkan isi dompet dalam jangka panjang. Mesin terawat bekerja jauh lebih ringan sehingga penggunaan bahan bakar tetap terkontrol.
Baca juga:
Perang di Iran, Bikin Harga BBM di Inggris Naik 15 Persen Jadi Rp 33.800 Per Liter
“Mesin tidak terawat bisa lebih boros hingga 30 persen,” tegas Yannes mengakhiri penjelasan mengenai pentingnya pemeliharaan kendaraan.
Kombinasi gaya berkendara tenang serta perawatan rutin menjadi solusi utama menghadapi potensi lonjakan harga energi masa depan.