MerahPutih.com - Puluhan anak menjadi korban kekerasan di tempat penitipan anak Little Aresha di Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta. Tempat tersebut kini disegel garis kuning dan ditutup untuk selamanya.
Sejauh ini, berdasarkan laporan, ada 56 anak menjadi korban keganasan staf Little Aresha. Anak yang dititipkan di day care ini menerima sejumlah tindakan tidak manusiawi seperti tidur tanpa pakaian dan kaki terikat, tempat istirahat yang tidak layak sampai indikasi pemalsuan laporan pemenuhan gizi anak.
Hal ini menjadi perhatian seriusi. Anak-anak yang mestinya mendapatkan perlakuan yang baik agar tumbuh kembangnya tidak tergangu justru mendapatkan tindakan yang merusak kesehatan psikis, fisik, dan mental.
Kasus penelantaran anak di day care di Indonesia bukan persoalan baru. Kejadian serupa terus berulang dan membuat siapa pun takut menggunakan jasa penitipan anak.
Baca juga:
Kemkomdigi Periksa Google dan Meta soal Aturan Medsos bagi Anak di Bawah 16 Tahun
Situasi ini pun membuat banyak orang tua yang maju mundur menitipkan anak ke day care. Namun di lain sisi sangat membutuhkan day care untuk mengawasi anak karena orang tua pekerja.
Simak beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan menitipkan anak di day care:
1. Komposisi perbandingan pengasuh dan anak yang dititipkan
Jangan pernah masukkan anak ke day care yang sudah over populasi. Itu akan membuat anak tak terusus karena overwhelmed.
Rasio perbandingannya, usia anak kurang 12 bulan maka maksimal 6 bayi dalam 1 grup, rasio 1:3. Lalu toddler usia 13-30 bulan maksimal 8 bayi dalam 1 grup atau 1:4. Kemudian anak 31-35 bulan maksimal 10 anak dalam 1 grup atau rasio 1:5. Lalu Preschool/ PAUD usia 3 tahun maksimal 14 anak dalam 1 grup, rasio 1:7.
2. Perhatikan kurikulum day care
Memiliki kurikulum yang bervariasi dan menarik. Perhatikan bagaimana aktivitas yang ditawarkan dapat memenuhi kebutuhan anak dan proses belajar anak serta didukung dengan kemampuan guru yang mampu mendukung hasil belajar anak.
Perlu dilihat apakah terdapat program kerja sama antara orang tua dan guru/sekolah dalam menambah pengalaman belajar anak.
3. Review pengguna jasa sebelumnya
Walaupum zaman sekarang sudah modern melihat review bisa lewat google. Ada baiknya berusahan lebih untuk mengetahui day care yang orang tua minati.
Biasanya review langsung dari mulut ke mulut lebih dipercaya ketimbang di google yang secara tidak langsung bisa juga dilakukan oleh internal day care yang bersangkutan.
4. Keamanan
Orang tua pastikan mengamati dengan detail ruangan yang menjadi tempat anak beraktivitas. Pantau apakah childproofing (colokan listrik yang tertutup, terdapat pagar pada tangga), keamanan makanan, penyimpanan dan perawatan mainan, dan pengawasan yang konstan. (Tka)