MerahPutih.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno akhirnya mengakui pemasangan jaring sepanjang ratusan meter hanya bertujuan untuk menyamarkan warna keruh dan bau tak sedap dari Kali Item selama pelaksanaan Asian Games 2018.
"Terbagi tiga segmen-segmen satu panjang 240 meter dengan pagu anggaran Rp 192.232.000, segmen 2, panjang 240 meter dengan pagu anggaran Rp192.232.000 dan segmen tiga panjang 246 meter pagu anggaran Rp196.369.000 menggunakan APBD 2018 secara swa kelola oleh dinas SDA (Sumber Daya Air)," kata Sandiaga, di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (25/7).
Wagub menjelaskan Dinas Tata Air sebetulnya telah memasang aerator dan teknologi Nano Bubble untuk melakukan penjernihan terhadap sungai. Namun, diakuinya, hingga kini belum mendapatkan hasil yang terbaik.
"Tapi ini terus berproses saya terus berkoordinasi dengan penyediaan nano bubble, ini bagus hasilnya, tapi sepertinya kurang unitnya. Nah ini yang perlu adanya penganggaran dan sebagainya kita akan maksimalkan kedepan," tandas Wakil Ketua Umum Gerindra itu.
Kebijakan Gubernur Anies Baswedan memasang jaring hitam di Sungai Sentiong atau Kali Item yang terletak dekat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, telah memicu kritik dari media intenasional. Media Singapura Channel News Asia menurunkan berita mengenai Kali Item dengan judul "Jakarta covers up 'stinky, toxic' river near Asian Games village".
Media ternama Singapura itu menggambarkan Kali Item dengan kondisi bau busuk dan beracun sehingga ditutupi jaring hitam karena khawatir hal itu akan menjadi pemandangan yang buruk bagi atlet Asian Games. Senin (23/7) lalu, mereka juga mengutip AFP bahwa Kali Item oleh warga sekitar disebut Sungai Hitam karena kondisi airnya yang pekat dan kotor.
Anies sendiri sempat bereaksi dan menyebut media asing itu sebenarnya hanya meniru apa yang telah diberitakan oleh media lokal. Jadi lanjut dia, media asing tak mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan. "Tentu, karena diberitakan oleh media nasional. Jadi, media internasional itu hanya mengambil dari media lokal," kata dia, di Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7).
Tak hanya itu, Anies merasa saat ini seakan-akan seluruh pihak menyudutkan persoalan polusi Kali Item itu kepadanya, tapi tak melihat akar masalahnya. Menurut dia, polusi parah yang terjadi di Kali Item merupakan warisan dari gubernur-gubernur DKI sebelumnya.
"Problem ini (bau Kali Item) bukan problem yang munculnya bulan lalu. Ini adalah masalah yang sudah menahun dan di masa-masa lalu tidak diselesaikan. Jadi, kami terima warisan masalah ini," tandas pemenang Pilkada DKI 2017 lalu itu. (Asp)