MerahPutih.com - Sejak 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta banyak korban sipil serta pimpinan Iran.
Bukan hanya serangan, Amerika Serikat (AS) dikabarkan terus mencari cara baru untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia dan Iran, kata Asisten Menteri Keuangan AS untuk Pendanaan Terorisme Jonathan Burke, Rabu (22/4).
"Kami terus mengidentifikasi cara-cara baru untuk menerapkan sanksi terhadap Rusia dan Iran,” ujar Burke dalam sidang dengar pendapat di DPR AS.
Ia menambahkan, pengecualian sanksi terhadap minyak dari Rusia dan Iran tidak akan memberikan manfaat signifikan bagi kedua negara tersebut, serta dinilai sulit menghasilkan keuntungan nyata dari kebijakan sanksi tersebut.
Baca juga:
Sebelumnya pada Maret, Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri AS mengeluarkan lisensi umum yang mengizinkan seluruh transaksi terkait minyak Rusia dan Iran yang telah dimuat ke kapal hingga masing-masing pada 11 April dan 19 April.
Kemudian pada 21 Maret, NBC News melaporkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi memberikan Iran lebih dari 14 miliar dolar AS. Namun, Menteri Keuangan AS Scott Bessent kemudian membantah angka tersebut dan menyebutnya sebagai “mitos”.
Selain itu pada 14 April, Departemen Keuangan AS menyatakan akan mengakhiri pengecualian sanksi terhadap minyak Iran.
Selanjutnya, pada 17 April, departemen tersebut mengeluarkan lisensi umum yang mengizinkan penjualan minyak Rusia yang telah dimuat ke kapal per 17 April hingga 16 Mei.