Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Di Tengah Pandemi, Realisasi Investasi Jatim Capai Rp78,3 Triliun

Zulfikar Sy - Jumat, 29 Januari 2021

MerahPutih.com - Realisasi investasi Jawa Timur mencapai Rp78,3 triliun di tahun 2020. Angka itu dinilai sangat tinggi di tengah pandemi COVID-19 yang melanda tanah air.

Data tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui unggahan akun Instagram-nya @khofifah.ip.

Data tersebut disampaikan Khofifah dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terkait Realisasi Investasi Penanaman Modal Jatim.

Baca Juga:

Jokowi Perintahkan Realisasi Investasi Capai Rp900 Triliun di 2021

Detailnya, realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp22,6 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) capai Rp55,7 triliun.

Khofifah menjelaskan, realisasi investasi PMDN Jatim merupakan tertinggi dari provinsi-provinsi lain di Indonesia.

Data grafis realisasi investasi di Jatim di tahun 2020. (Foto: MP/Istimewa)
Data grafis realisasi investasi di tahun 2020. (Foto: MP/Istimewa)


"Semoga besarnya angka investasi yang masuk ke Jatim ini membawa kebaikan dan keberkahan untuk seluruh masyarakat Jatim. Aamiin," tulis Khofifah di akun Instagram-nya, dikutip Merahputih.com pada Kamis (28/1).

Capaian investasi Jatim 2020 tersebut melonjak 33 persen dibanding tahun sebelumnya 2019 yang hanya naik sebesar 14,3 persen dari 2018. Kemudian pada tahun 2017 dan 2018, investasi di Jatim kontraksi berturut-turut sebesar -9,5 persen dan -22,4 persen.

Baca Juga:

Jokowi Lantik Dewan Pengawas Pengelola Investasi Indonesia

Total investasi PMA dan PMDN Jatim berada di posisi ketiga secara nasional. Pada urutan pertama Jawa Barat sebesar Rp120,4 triliun dan DKI Jakarta Rp95 triliun. Lalu giliran Jatim Rp78,3 triliun, kemudian Banten Rp62 triliun, disusul Jateng di peringkat lima Rp50,2 triliun.

Sedangkan catatan dari BKPM, investasi PMDN Jawa Timur masih tertinggi secara nasional dengan persentase 55,70 persen, lalu Jawa Barat 51,40 persen, DKI Jakarta 43,00 persen, Riau 34,10 persen, lalu Banten 31,10 persen. (Andika Eldon/Jawa Timur)

Baca Juga:

Biar Tidak Salah Sasaran, Pemerintah Diminta Petakan Potensi Investasi

Baca Artikel Asli