Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Dewan Pers Soroti Keselamatan Jurnalis, Perusahaan Pers Diminta tak Abaikan Risiko Peliputan

Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026

MERAHPUTIH.COM - RISIKO keselamatan menjadi perhatian Dewan Pers setelah lima jurnalis hilang di perairan Selat Sunda saat menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9).

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat mengatakan peristiwa tersebut menunjukkan besarnya tantangan yang dihadapi jurnalis untuk memperoleh informasi maupun dokumentasi langsung dari lokasi kejadian. Menurut Komaruddin, hasil liputan yang dinikmati masyarakat sering kali tidak menggambarkan proses panjang serta risiko yang harus dihadapi wartawan dan fotografer di lapangan.


“Ketika ini terjadi musibah, kita baru tersadar betapa mahalnya, beratnya untuk mencari mendapatkan gambar terbaik,” kata Komaruddin di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, dikutip Selasa (22/9).


Lima jurnalis yang hilang tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari LKBN Antara, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.


Komaruddin menilai aspek keselamatan perlu menjadi bagian penting dalam setiap perencanaan peliputan, terutama ketika wartawan harus bekerja di lokasi yang memiliki potensi bahaya.

Baca juga:

Dewan Pers Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda


Ia mengimbau jurnalis yang akan melakukan peliputan di wilayah berisiko untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan petugas maupun pihak berwenang di lokasi.

“Kalau kawan-kawan ingin mengadakan suatu liputan pada daerah-daerah yang dianggap berbahaya, hendaknya berkoordinasi dengan pejabat petugas setempat,” ujarnya.


Selain mengingatkan kesiapan wartawan di lapangan, Komaruddin juga menekankan tanggung jawab perusahaan pers terhadap keselamatan dan kondisi keluarga jurnalis. Menurut dia, perusahaan pers perlu memberikan perhatian khusus apabila seorang wartawan mengalami musibah ketika menjalankan tugas jurnalistik.

Kalau ada musibah seperti ini tentunya kawan-kawan perusahaan, pimpinannya hendaknya memberikan perhatian spesial pada keluarga yang ditinggal.

Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers

Komaruddin juga mengingatkan ancaman terhadap jurnalis tidak hanya muncul dari faktor alam. Dalam menjalankan tugas, wartawan juga dapat menghadapi kekerasan, intimidasi, hingga tindakan yang menghambat proses peliputan. Oleh karena itu, menurutnya, keselamatan jurnalis harus berjalan seiring dengan upaya mempertahankan kebebasan pers. Kebebasan tersebut dinilai penting agar media tetap mampu menghadirkan informasi berdasarkan fakta dan dokumentasi yang autentik kepada masyarakat.


“Jangan sampai masyarakat itu sekarang disuguhi sampai kenyang dengan berita-berita hoaks yang merupakan berita bohong. Oleh karena itu, mari kita dukung, kita beri kebebasan agar pers itu menyajikan betul-betul gambar berita yang autentik terbaik,” pungkasnya.(knu)

Baca juga:

Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan

Baca Artikel Asli