Denny JA Raih BRICS Award for Literary Innovation Berkat Kontribusi pada Genre Puisi Esai

Kamis, 27 November 2025 - Ananda Dimas Prasetya

MerahPutih.com - Penulis, konsultan politik, sekaligus pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA, menerima BRICS Award for Literary Innovation yang akan diberikan di Khabarovsk, Rusia, pada akhir November 2025.

BRICS Literature Award, yang dibentuk pada Forum 'Traditional Values' 2024, menyeleksi penulis melalui penyusunan longlist, shortlist, hingga penentuan pemenang oleh dewan juri lintas negara yang menilai kontribusi karya terhadap nilai dan jiwa bangsa.

Sebelumnya, Denny JA beberapa kali diwawancarai panitia terkait pandangannya mengenai puisi esai, sastra, dan mengapa budaya yang tumbuh dari Global South dinilai semakin penting.

“Sejauh yang saya pahami,” ujar Denny, “ada dua penghargaan sastra dari BRICS. Namun saya tidak mengetahui siapa pemenang penghargaan lainnya dan dari negara mana,” kata Denny, Kamis (27/11).

Baca juga:

Denny JA Masuk 10 Besar Dunia Calon Penerima BRICS Literature Award 2025

Penghargaan ini diberikan kepada Denny JA karena kontribusinya dalam melahirkan dan mengembangkan genre puisi esai, sebuah inovasi sastra yang memadukan unsur liris, naratif, dan data faktual dalam satu tubuh karya.

Genre yang diperkenalkan pada 2012 ini kini berkembang menjadi gerakan literasi lintas negara, dibahas di ruang akademik, serta dirayakan melalui festival dan ajang penghargaan regional.

“Puisi esai dimulai dari sebuah pertanyaan sederhana: bisakah puisi menjadi indah sekaligus faktual, naratif, dan menyuarakan luka sosial?” terangnya.

Eksperimen tersebut kemudian berkembang menjadi bentuk baru sastra Indonesia yang memadukan estetika puisi dengan kedalaman laporan sosial.

Genre ini membuka ruang dokumentasi bagi tragedi dan harapan, melahirkan komunitas penulis lintas generasi, serta menginspirasi festival regional seperti ASEAN Poetry Essay Festival yang tahun ini digelar di Malaysia.

Denny JA menegaskan bahwa inovasi sastra tidak cukup hanya diciptakan, tetapi harus dibangun ekosistemnya. Melalui Denny JA Foundation, ia mendirikan dana abadi untuk memastikan puisi esai terus bertumbuh melampaui generasinya.

“Kadang, langkah kecil yang kita ayunkan sendiri tanpa sorotan, ternyata membentuk jalan yang dilihat dunia,” ujarnya.

Baca juga:

Laporkan Kekayaan Rp 3,08 Triliun ke KPK, Denny JA: Keterbukaan Adalah Spirit Kepemimpinan

Acara penghargaan di Khabarovsk pada 25–30 November 2025 juga menampilkan pameran seni multidisipliner, festival fotografi, kelas master sinematografi, pesta film pemenang BRICS Film Festival, pertunjukan reenactment sejarah, serta penayangan khusus film besar yang akan dirilis pada 2026.

Penghargaan ini semakin memperkuat posisi Indonesia di peta sastra dunia, menunjukkan bahwa inovasi artistik tidak lagi didominasi oleh pusat kebudayaan Barat.

Namun bagi Denny JA, hal paling berarti bukanlah kemegahan festival, melainkan pesan tersirat dari penghargaan tersebut: bahwa sastra Indonesia, melalui puisi esai, telah menembus panggung global.

“Penghargaan dapat pudar oleh waktu. Namun karya yang lahir dari kejujuran akan menemukan jalannya sendiri ke tangan siapa pun yang membutuhkannya,” tuturnya. (Asp)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan