MerahPutih.com - Indonesia mendorong penguatan kerja sama dalam bidang kebudayaan di kumpulan negara berkembang dan pasar negara berkembang utama yang mencakup Brasil, China, Mesir, Etiopia, India, Indonesia, Iran, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, dan Uni Emirat Arab atau di antara anggota BRICS.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon dalam XI BRICS Culture Ministers’ Meeting di Madhya Pradesh, India, menyampaikan, kerja sama kebudayaan BRICS perlu berorientasi pada masyarakat, inklusif, serta berlandaskan kesetaraan kedaulatan, konsensus, dan saling menghormati.
Fadli mengemukakan, tantangan global seperti disrupsi teknologi, ketidakpastian ekonomi, tekanan perubahan iklim, dan fragmentasi sosial semakin menunjukkan bahwa kebudayaan bukan sekadar pelengkap pembangunan.
Kebudayaan merupakan fondasi yang dapat memperkuat ketangguhan masyarakat, mendorong inovasi, memperkuat kohesi sosial, serta mendukung pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, Indonesia mendorong penguatan kerja sama BRICS melalui empat agenda Utama,
katanya.
Baca juga:
Jakarta Jalin Kerja Sama Kebudayaan dengan Daerah Aglomerasi
Ia memaparkan, Indonesia mendorong penguatan pelindungan warisan budaya sekaligus kerja sama pengembalian dan restitusi benda budaya. Kedua, Indonesia mendorong penguatan industri budaya dan kreatif dengan menempatkan seniman dan kreator sebagai pusat ekosistem, termasuk melalui pelindungan hak kekayaan intelektual dan remunerasi yang adil.
Ketiga, Indonesia mendorong pelindungan sistem pengetahuan tradisional dengan memastikan keterlibatan masyarakat dan para pemegang pengetahuan dan keempat, Indonesia mengusulkan kebudayaan ditempatkan sebagai tujuan tersendiri dalam kerangka pembangunan global pasca-2030 agar kontribusi kebudayaan terhadap pembangunan dapat diakui secara lebih jelas dan berkelanjutan.
Fadli menyampaikan, Indonesia menyambut baik Deklarasi XI BRICS Culture Ministers’ Meeting sebagai komitmen bersama untuk menjadikan kebudayaan sebagai kekuatan strategis bagi ketangguhan, inovasi, keberlanjutan, dan penguatan kerja sama di antara negara-negara BRICS.
Declaration of the XI BRICS Culture Ministers’ Meeting menegaskan sejumlah komitmen bersama di bidang kebudayaan. Negara-negara BRICS berkomitmen memperkuat industri budaya dan kreatif, termasuk pelindungan hak kekayaan intelektual dan remunerasi yang adil bagi kreator, serta mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial secara etis, transparan, dan bertanggung jawab dengan tetap menghormati keberagaman budaya.
Deklarasi negara-negara BRICS juga menyatakan bahwa kebudayaan perlu dipertimbangkan sebagai tujuan tersendiri dalam kerangka pembangunan internasional pada masa mendatang.