Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Dengan Syarat Ini, Anies Bakal Longgarkan PSBB

Zulfikar Sy - Minggu, 17 Mei 2020

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut pembatasan aktivitas selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mungkin dilonggarkan jika angka penularan sudah berada di bawah 1 persen.

"Jakarta tidak berencana melakukan kebijakan pelonggaran sampai angka reproduction di bawah 1," kata Anies dalam diskusi Live Stream Fest di Vidio bertajuk "Jakarta Setelah Pandemi", Sabtu (16/5).

Baca Juga:

Anies Serukan Mudik Secara Virtual

Ia menyebut, kini angka penularan virus corona di Jakarta mengalami penurunan ke angka 1. Artinya, satu orang positif bisa menularkan satu orang lainnya.

Penurunan angka penularan ini disebutnya terjadi setelah pemerintah melakukan intervensi. Misalnya dengan segala kebijakan termasuk penerapan PSBB yang masih berjalan hingga saat ini.

Angka itu pula yang kemudian menjadi acuan Anies untuk melonggarkan PSBB di Jakarta.

"Kita bukan bulan apa, tapi kalau di bawah 1," tegas dia.

Tangkapan layar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan Pergub 47/2020 lewat siaran langsung di YouTube Pemprov DKI Jakarta, Jumat (15/5/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)
Tangkapan layar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan Pergub 47/2020 lewat siaran langsung di YouTube Pemprov DKI Jakarta, Jumat (15/5/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

Pada April, Pemprov DKI Jakarta mulai melakukan intervensi dengan menerbitkan sejumlah Pergub, seperti pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sebelum diterbitkannya pergub, Anies menuturkan pihaknya sudah mulai menutup sekolah, pusat perbelanjaan, atau tempat-tempat yang menimbulkan kerumunan. Namun imbuhnya, hal tersebut masih berupa imbauan.

Ia menuturkan, kurva penularan di DKI terus turun setelah adanya intervensi seperti pelaksanaan PSBB, jaga jarak fisik. Angkanya menyentuh di angka 1. Angka tersebut dianggap sebagai refleksi pentingnya tidak berkegiatan di luar rumah.

Sejak PSBB tahap pertama 10-23 April diterapkan, persentase orang-orang berkegiatan di luar rumah sebesar 40 persen.

Jika persentase tersebut terus ditekan menjadi 20 persen, Anies mengatakan kurva penularan berpotensi di angka 0,5-0,3.

"Kalau kita lihat dilakukan intervensi mulai angka reproduction mengalami penurunan secara bertahap di Jakarta, dan hari ini di Jakarta RT-nya berkisar 1," jelasnya.

Baca Juga:

Solo Zoo Galang Donasi untuk Beli Pakan Hewan Terancam Kelaparan, 17 Ribu Tiket Terjual

Ia meminta seluruh masyarakat, khususnya warga Jakarta, tidak menyepelekan virus yang kini sudah menjadi pandemi global itu.

"Kalau pengin cepat kembali normal, kita disiplinkan beberapa waktu lagi," ungkap Anies

Menurut Anies, ada kemajuan di Jakarta terkait virus corona ini. Saat ini jumlah pasien sudah mulai berkurang. Menurut Anies, peran warga yang disiplin dengan berada di rumah cukup besar.

"Anda yang bekerja membuat situasi ini menjadi baik," tuturnya.

Anies pun mengimbau warga yang masih kerap keluar dari rumah untuk menyadari bahayanya penularan virus corona. Kelompok warga yang masih kerap keluar dari rumah bukan untuk tujuan penting disebutnya bisa menjadi faktor yang membuat adanya gelombang kedua wabah corona. (Knu)

Baca Juga:

Pasca Kepadatan di Bandara Soetta, Pengelola Bentuk Aturan Baru

Baca Artikel Asli