Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Demokrat Solo Mengaku Ditawari Rp125 Juta untuk Ikut KLB

Zulfikar Sy - Minggu, 07 Maret 2021

MerahPutih.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Tengah menolak hasil Kongres Luar Biasa (KLB) yang menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai berlogo mercy tersebut.

Selain itu, DPD Partai Demokrat Jawa Tengah memastikan sebanyak 35 DPC kabupaten kota/kabupaten solid, tunduk, dan patuh terhadap Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Partai Demokrat Jateng bersama 35 DPC akan melawan KLB dan setia pada AHY. Kami tidak tinggal diam dan akan melawan," ujar Ketua DPD Demokrat Jateng Rinto Subekti, Sabtu (6/3).

Baca Juga:

Andi Mallarangeng: Jokowi Biarkan Moeldoko Rebut Demokrat

Dikatakannya, hasil KLB Demokrat yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara itu tidak sah secara AD/ART karena tidak memenuhi tiga syarat. Salah satunya dilihat dari kehadiran 2/3 dari total ketua DPD se-Indonesia.

"Terkait kehadiran setengah dari jumlah ketua DPC se-Indonesia saja KLB tidak sah. Apalagi pilih ketua umum baru," kata dia.

 Ketua DPD Demokrat Jateng Rinto Subekti. (MP/Ismail)
Ketua DPD Demokrat Jateng Rinto Subekti. (MP/Ismail)

Ia pun meminta agar Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) tidak mengesahkan hasil KLB. DPD Jawa Tengah siap berdiri di garis depan membela Ketua Umum AHY dan Ketua Majelis Tinggi Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Solo Supriyanto mengaku sempat mendapatkan tawaran uang senilai Rp125 juta untuk ikut hadir dalam KLB di Sumatera Utara. Namun, dia menolaknya karena acara tersebut ilegal.

"Ada orang yang menawari saya uang Rp125 juta jika mau ikut KLB. Saya tolak karena itu acara ilegal," kata dia.

Baca Juga:

Mahfud MD: Dua Nakhoda Partai Demokrat Bukan Urusan Pemerintah

Ia menegaskan lebih memilih untuk tetap setia kepada kepengurusan partai di bawah kepemimpinan AHY. DPC Demokrat Solo satu suara dengan DPD Demokrat Jawa Tengah menolak KLB.

"Segala bentuk tindakan kudeta (AHY) kami tolak. Kami tolak KLB," tutup dia. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Komentari Manuver Moeldoko Duduki Kursi Ketum Demokrat, SBY Singgung Nama Jokowi

Baca Artikel Asli