Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Dari 'Manuskrip' ke Panggung, FILM. Siapkan Pesta Perayaan di Rossi Fatmawati

Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026

MERAHPUTIH.COM - SETELAH merilis album debut Manuskrip pada 3 Juli 2026, FILM. bersiap menandai babak awal perjalanan mereka melalui sebuah pertunjukan bertajuk PPM atau Pesta Perayaan Manuskrip. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10 September 2026 di Rossi Fatmawati, Jakarta, sebuah venue yang memiliki kedekatan dengan atmosfer musik era 2000-an, periode yang juga menjadi salah satu referensi musikal FILM.

FILM. sendiri digawangi Pandu Priyanto sebagai vokalis, Johanes Abi pada gitar, Anandya Kurniawan di bass, serta Dimas Poncodiwiryo sebagai drummer. Keempat personel tersebut dipertemukan visi musikal yang sama serta kecintaan terhadap musik pop.

Lewat PPM, FILM. ingin membawa lagu-lagu dalam Manuskrip ke atas panggung sekaligus merayakan perjalanan yang telah mereka tempuh bersama sejak band ini terbentuk. Bagi mereka, album tersebut bukan sekadar rilisan debut, melainkan sebuah catatan perjalanan yang memuat berbagai pengalaman dan dinamika kehidupan.

Seperti sebuah skenario film, Manuskrip merekam perjalanan seseorang dalam menghadapi pasang surut kehidupan. Dua belas lagu yang terdapat di dalam album tersebut saling terhubung dan membawa pendengar melewati berbagai fase emosional, mulai dari perpisahan dan pertemuan, harapan dan kehampaan, hingga penyesalan dan perayaan. Di dalamnya juga terdapat gagasan bahwa setiap akhir selalu dapat membuka jalan menuju awal yang baru.

Baca juga:

FILM. Resmi Rilis Album Debut 'Manuskrip', Hidupkan Kembali Nostalgia Pop-Rock Era 2000-an



Setiap lagu dalam Manuskrip dapat berdiri sebagai sebuah adegan tersendiri. Namun, ketika seluruh album didengarkan secara utuh, ke-12 lagu tersebut membentuk sebuah narasi yang lebih besar mengenai pengalaman menjadi manusia. Ada kehangatan dan harapan, tetapi juga kesunyian, kerentanan, serta kehilangan yang menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

Berbagai pengalaman, emosi, dan refleksi para personel FILM. kemudian dirangkai menjadi sebuah manuskrip yang menjadi fondasi album ini. Melalui PPM, cerita tersebut akan kembali diterjemahkan dalam bentuk pengalaman yang lebih hidup dan dinikmati bersama-sama.

PPM pun tidak hanya diposisikan sebagai pertunjukan untuk memperkenalkan album. Acara tersebut menjadi sebuah perayaan atas dimulainya perjalanan FILM. dalam script yang mereka tulis sendiri.

Selain penampilan spesial dari FILM., PPM juga akan menghadirkan MPQ, Statelines, dan Falaci. Ketiga band tersebut dipilih karena memiliki kedekatan dengan selera serta referensi musikal para personel FILM. “Benang merahnya, kami suka banget sama karya-karya dari ketiga artist ini. Kami berharap kehadiran mereka bisa bikin PPM jadi jauh lebih seru,” ucap Pandu, vokalis FILM.

Kehadiran MPQ, Statelines, dan Falaci sekaligus memperluas makna perayaan tersebut. PPM bukan hanya tentang perjalanan FILM. dan album Manuskrip, melainkan juga mengenai musik, pertemanan, serta komunitas yang tumbuh dan berjalan bersama mereka. Penyelenggaraan PPM turut didukung Jabba Connection sebagai partner acara, Microgram Entertainment selaku manajemen FILM., serta SINEFIL. yang terus menjadi bagian dari perjalanan band tersebut.

Dengan semangat merayakan sebuah awal, PPM menjadi kesempatan bagi FILM. dan para pendengarnya untuk kembali membuka Manuskrip dalam suasana yang berbeda. Lagu-lagu yang sebelumnya didengarkan secara personal akan dibawa ke ruang yang lebih kolektif dan hidup, memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk menemukan potongan cerita mereka sendiri di dalam album tersebut.

Bagi Pandu, PPM juga menjadi ruang untuk mensyukuri perjalanan setelah perilisan Manuskrip sekaligus menyampaikan apresiasi kepada para pendengar yang telah menemani album tersebut sejak awal.

“Harapan utama kami yakni teman-teman yang datang ke PPM bisa merasakan energi dari Manuskrip secara utuh. Kami juga ingin putting faces to the names, berkenalan langsung dengan para pendengar, sekaligus memperkenalkan wajah-wajah FILM. di balik lagu-lagu yang selama ini mereka dengarkan,” tutupnya.(Far)

Baca juga:

FILM. Rilis 'Corak Di Balik Debu', Refleksi Tentang Indonesia yang Tak Sempurna

Baca Artikel Asli