MerahPutih.com - Nadin Amizah resmi merilis album penuh ketiganya yang berjudul Laika, Yang Ditinggalkan. Berada di bawah naungan label Sorai, album terbaru penyanyi sekaligus penulis lagu asal Indonesia ini dirilis pada 28 Agustus 2026.
Album tersebut terdiri dari 11 lagu dengan rasa rindu atau yearning sebagai benang merah yang menghubungkan keseluruhan cerita di dalamnya.
Terinspirasi Kisah Laika
Judul album ini terinspirasi dari Laika, seekor anjing betina yang dikirim ke luar angkasa dalam misi satu arah oleh program antariksa Uni Soviet.
Perjalanan Laika berakhir lebih cepat dari perkiraan. Ia meninggal pada hari keempat setelah mengalami panas berlebih dan stres ekstrem di dalam kabin pesawat.
Bagi Nadin, kisah tersebut menjadi sumber inspirasi dalam menyusun album terbarunya.
Kisah Laika menginspirasiku. Banget. Aku membayangkan Laika lahir ke dunia mendambakan kasih, dirawat, mendapatkan cinta yang ia kira selamanya, namun di akhir cerita, Laika hanyalah sebuah alat untuk memuaskan keangkuhan manusia,
Nadin Amizah.
Rindu, Kasih, dan Kesepian dalam 11 Lagu
Melalui Laika, Yang Ditinggalkan, Nadin menggunakan sosok Laika untuk menggambarkan seseorang yang terus mencari tempat untuk merasa dicintai dan diterima.
Album ini juga menyoroti kesepian yang dialami anak-anak yang tumbuh tanpa kehadiran figur ayah.
“Di mataku, Laika adalah sosok yang mendambakan sesuatu yang tak pernah cukup, menginginkan kasih yang tak datang, dan permohonan yang akhirnya berubah jadi amarah,” tutur puan kelahiran Bandung itu.
Perasaan tersebut hadir dalam berbagai lagu di dalam album. Salah satunya adalah Reservasi Untuk Dua, yang menyimpan lirik penuh kemarahan sekaligus luka, “Dan jika neraka tempatku durhaka / ku yakin kau juga ku temu di sana.”
Baca juga:
Ditulis Sejak SMA, Lagu Lama Nadin Amizah 'Moonlight' Akhirnya Resmi Dirilis
Lagu 'Reservasi Untuk Dua' Hadirkan Sisi Gelap
Bagi sebagian pendengar, penggunaan kata seperti 'membusuk', 'durhaka', dan 'neraka' mungkin membuat lagu tersebut terdengar cukup gelap.
Namun, bagi Nadin, kata-kata tersebut tidak sekadar menggambarkan sesuatu yang menyeramkan. Ada emosi dan pengalaman personal yang melatarbelakanginya, terutama tentang rasa kecewa, kehilangan, dan keinginan untuk mendapatkan kasih yang tidak pernah datang.
Nuansa tersebut menjadi bagian dari cara Nadin menerjemahkan rasa rindu, kehilangan, dan luka ke dalam karya musiknya.
Gandeng 10 Produser untuk 11 Lagu
Sebagai sebuah karya yang dikerjakan secara kolektif, Laika, Yang Ditinggalkan melibatkan banyak musisi dalam proses pembuatannya.
Nadin menggandeng 10 produser berbeda untuk menggarap 11 lagu di album tersebut. Beberapa nama yang terlibat di antaranya Lafa Pratomo, Baskara Putra, Enrico Octaviano, Otta Tarega, hingga Feby Putri.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari proses Nadin dalam menerjemahkan bayangan musikal yang sudah ia miliki sejak tahap awal pengerjaan lagu.
“Bahkan sejak proses songwriting, aku sudah punya bayangan gimana tata soniknya. Termasuk orang-orang yang bisa menciptakannya dengan maksimal,” kata Nadin soal proses kreatifnya. (Far)