Dahnil Anzar: Jokowi Dorong Agenda Pemberantasan Korupsi ke Era Kegelapan
Rabu, 27 Desember 2017 -
MerahPutih.com - Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak kecewa dengan sikap Presiden Joko Widodo dalam upaya pemberantasan korupsi. Menurut dia, Jokowi mendorong agenda pemberantasan korupsi ke dalam era kegelapan.
"Komitmen pemberantasan korupsi Jokowi itu parah. Jokowi saya anggap mendorong agenda pemberantasan korupsi ke era kegelapan," kata Dahnil dalam diskusi 'Catatan Akhir Tahun 2017: Satu Tahun Politik Anti Korupsi Pemerintahan Jokowi' di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/12).
Padahal, kata Dahnil, pada kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu, pemberantasan korupsi menjadi isu sentral yang digaungkan oleh Jokowi.
Selain itu, Jokowi juga dinilai tak memiliki beban politik masa lalu, sehingga mantan Gubernur DKI Jakarta itu tak kesulitan dalam melakukan kerja-kerja pemberantasan korupsi.
"Jokowi dianggap tak punya beban masa lalu, sehingga ia sempat dianggap sebagai calon yang punya komitmen tampilan sederhana," jelas Dahnil.
Menurut dia, catatan hitam Jokowi dapat terlihat dari pembiarannya terhadap berbagai upaya pelemahan pemberantasan korupsi dalam Pansus Hak Angket DPR terhadap KPK dan kasus Novel Baswedan.
Pasalnya, Dahnil menilai sikap Jokowi atas kasus-kasus tersebut tidak jelas. Menurut dia, Jokowi terbebani oleh kalkulasi politik sehingga tidak bisa bersikap tegas dalam menentukan sikap terhadap pemberantasan korupsi.
"Sikapnya tidak jelas, hanya retorika. Menurut saya dia lebih dominan dalam tindakan politik. Terlalu banyak memikirkan untung atau rugi dalam sisi kekuasaan," tutup Dahnil. (Pon)
Baca berita terkait kasus korupsi lainnya: Kekecewaan Aktivis Antikorupsi terhadap Pemerintahan Jokowi