Kekecewaan Aktivis Antikorupsi terhadap Pemerintahan Jokowi
Aktivis HAM dan Antikorupsi ?Haris Azhar (kedua dari kiri). (MP/Ponco Sulaksono)
MerahPutih.com - Aktivis HAM dan Antikorupsi Haris Azhar menyatakan kekecewaannya terhadap komitmen pemerintahan Joko Widodo dalam mengatasi masalah korupsi di republik ini.
Salah satu kekecewaan Haris, berangkat dari teror penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang hingga kini belum menemui titik terang.
"Sekadar catatan, Novel bukan orang pertama yang diserang. Banyak juga pegawai KPK atau seperti barang bukti dirusak dicolong. Jadi, bukan hanya kepada subjek saja," kata Haris dalam diskusi 'Catatan Akhir Tahun 2017: Satu Tahun Politik Anti Korupsi Pemerintahan Jokowi' di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/12).
Menurut dia, dalam kurun waktu tiga tahun Jokowi memimpin Indonesia sudah bisa dijadikan tolok ukur baginya menilai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu dalam pemberantasan korupsi.
Terlebih, dalam waktu dekat Indonesia akan memasuki tahun politik. Pada Pilkada 2018 nanti, kata Haris, akan ada ratusan daerah yang menyelenggarakan pemilihan kepala daerah dan persiapan menjelang Pemilu di 2019 mendatang.
Karena itu, Haris memprediksi konsentrasi pemerintah dalam hal apa pun, termasuk pemberantasan korupsi tak akan maksimal di dua tahun sisa pemerintahan Jokowi.
"Tiga tahun sudah Jokowi jadi presiden, menurut saya sudah cukup kalau terpilih lagi, ya, bakal sama lagi kayak tahun ini. Sudah tidak ada keefektifan untuk membangun komitmen baru," tandasnya.
Dengan kondisi demikian, lanjut mantan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), ini bukan tak mungkin akan semakin marak terjadi praktik-praktik korupsi.
"Kalau kondisinya seperti ini, apakah akan banyak terjadi korupsi? Itu sangat mungkin sekali kita akan banyak musibah hukum dan kerugian," pungkasnya. (Pon)
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
KPK: Keterangan Eks Menpora Dito Perkuat Dugaan Korupsi Kuota Haji
Diperiksa KPK soal Kuota Haji, Eks Menpora Dito Ungkap Isi Pertemuan di Arab Saudi saat Dampingi Jokowi
Menpora Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan KPK, Akui Ikut Rombongan Jokowi ke Arab Saudi
KPK Restui Tanah Koruptor untuk Perumahan Rakyat, DPR Sebut Lebih Bermanfaat bagi Masyarakat
Mantan Menpora Dito Dipanggil KPK di Kasus Kuota Haji
KPK Ungkap Sudewo sudah Dibidik Sejak 2025, sebelum OTT di Pati
KPK Telusuri Keterlibatan Anggota Komisi V DPR Lain dalam Kasus Suap Proyek DJKA Kemenhub
KPK Geledah Rumah Orang Kepercayaan Wali Kota Madiun, Bawa Duit dan Bukti Elektronik
Kejagung Obrak-abrik Money Changer di Mal Mewah, Temukan Jejak 'Uang Panas' Dugaan Korupsi Ekspor POME
Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka KPK, Gerindra Proses Status Keanggotaan