MerahPutih.com - Luas lahan yang hangus terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini telah mencapai sedikitnya 25 hektare.
Baca juga:
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan meluasnya kebakaran dipicu faktor eksternal dari kondisi alam di area Labuan Bajo
Cuaca yang panas dan kering ditambah derasnya angin juga berkontribusi dalam luasan lahan yang terbakar,
kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Jumat (17/7)
Titik Awal Api Kebakaran Labuan Bajo
Meskipun sempat meluas, BNPB memastikan bahwa kobaran api yang melanda kabupaten di ujung barat Pulau Flores itu kini sudah mulai berhasil dikendalikan tim petugas tim gabungan di lapangan
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB berdasarkan laporan kronologi kejadian menyebutkan titik api pertama kali terdeteksi muncul pada Rabu (15/7), sekitar pukul 14.18 Wita.
Lokasi titik awal api yang akhirnya melahap lahan seluas 25 hektar itu tepatnya berada di Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo.
Baca juga:
Tragedi Kapal Turis Pulau Komodo Tenggelam di Lautan Gelap: 45 Korban Terapung Semua Selamat
Belum Ada Laporan Korban Jiwa
Laporan sementara tidak ada korban jiwa akibat kebakaran besar itu. Namun, puluhan hektare lahan kering yang terbakar menimbulkan kerugian ekologis dan mengancam kawasan wisata yang menjadi destinasi unggulan Indonesia.
Baca juga:
Kebakaran 2,4 Hektar di Penajam Paser Akhirnya Dijinakkan. IKN Aman!
BNPB mengingatkan masyarakat dan pelaku wisata untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu percikan api, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah di area terbuka.
“Kami meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga menghadapi karhutla, pencegahan merupakan upaya efektif,” tandas Abdul Muhari. (*)