Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di Makassar hingga Februari 2026, Waspada Bencana Hidrometeorologi

Selasa, 13 Januari 2026 - Frengky Aruan

MerahPutih.com - Cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan hingga Februari 2026. Kondisi ini berpeluang memicu bencana hidrometeorologi.

Hal ini berdasarkan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem dan peningkatan curah hujan di Kota Makassar.

Berdasarkan analisis BMKG, seperti dijelaskan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar Nasrol Adil, wilayah Kota Makassar dan sekitarnya akan mengalami peningkatan curah hujan yang cukup signifikan.

"Kami dari Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar memprediksi adanya peningkatan curah hujan pada Januari hingga Februari, dengan akumulasi curah hujan mencapai di atas 400 milimeter dalam periode satu bulan," kata Nasrol Adil usai bertemu Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin pada rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem di Makassar, Senin (12/1).

Baca juga:

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jakarta hingga 13 Januari 2026, Warga Diminta Waspada

Adapun banjir dan tanah longsor berpotensi terjadi di wilayah rawan genangan dan daerah dengan sistem drainase yang kurang optimal. Selain itu masyarakat pesisir juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan tinggi gelombang laut.

"Curah hujan yang tinggi ini memiliki potensi besar menimbulkan banjir dan longsor, serta peningkatan tinggi gelombang di wilayah pesisir Kota Makassar," ujar Nasrol Adil.

BMKG merekomendasikan pemerintah daerah (pemda) dan seluruh pemangku kepentingan menetapkan langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

"Kami sangat merekomendasikan adanya siaga darurat terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang akan kita hadapi, baik pada bulan ini maupun hingga Februari mendatang," ucap Nasrol Adil.

Secara regional terdapat sejumlah faktor atmosfer yang turut memengaruhi peningkatan intensitas hujan di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar.

"Saat ini terdapat aktivitas gelombang Rossby serta pengaruh Monsun Asia yang memperkuat pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah kita," kata Nasrol Adil. (*)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan