Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Cegah Macet Parah, Pemprov DKI Siapkan Lahan 5 Hektare untuk Truk di Tanjung Priok

Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 April 2026

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengambil langkah strategis untuk mengatasi kemacetan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyediakan lahan seluas lima hektare sebagai kawasan penyangga (buffer area) bagi kendaraan logistik.

Lahan tersebut berlokasi di Terminal Tanah Merdeka dan dipinjamkan kepada PT Pelindo guna menampung kendaraan besar, khususnya truk kontainer, agar tidak menumpuk di badan jalan.

Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar pelabuhan, terutama setelah periode Lebaran Idulfitri 2026 yang biasanya diikuti lonjakan aktivitas logistik.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan antisipasi agar kemacetan parah seperti tahun sebelumnya tidak kembali terjadi.

"Kami bekerja sama dan Pemerintah DKI Jakarta memberikan ruang kepada Pelindo kurang lebih 5 hektare di Terminal Tanah Merdeka untuk tempat parkirnya supaya tidak seperti yang lalu," kata Pramono yang dikutip Rabu (1/4).

Baca juga:

Dishub DKI Sebar Pasukan Feeder di 4 Terminal Besar Jakarta, Dari Tanjung Priok Sampai Kalideres Semua Terkoneksi

Pelindo Pastikan Kesiapan Layanan Pelabuhan Buat Pemudik Lebaran 2026

Minta Pelindo Atasi Kemacetan di Tanjung Priok, Pramono: jangan Terulang Lagi

Dengan kapasitas sekitar 200 kendaraan kontainer, area tersebut diharapkan mampu mengurangi antrean truk di jalan utama yang selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan di Jakarta Utara.

"Sampai sekarang ini setelah lebaran Idulfitri, aktivitas di Tanjung Priok berjalan dengan baik dan normal," ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemprov DKI juga menggratiskan retribusi penggunaan lahan tersebut selama satu minggu, terhitung mulai 30 Maret 2026. Nilai pembebasan retribusi diperkirakan mencapai Rp150 juta hingga Rp200 juta.

"Kami juga menggratiskan kepada Pelindo karena memang biaya kalau kemudian harus ada kemacetan yang seperti tahun lalu itu cost-nya terlalu tinggi sekali," pungkasnya. (Asp)

Baca Artikel Asli