Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Buntut Kematian 6 Pengawal Rizieq Shihab, DPR Segera Panggil Kapolri

Andika Pratama - Jumat, 11 Desember 2020

MerahPutih.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bereaksi pasca adanya insiden kematian enam pengawal Rizieq Shihab oleh polisi pada Senin (7/12) dini hari WIB

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Aboe Bakar Al-Habsy sudah menerima aduan dari keluarga pengawal FPI yang meninggal dunia.

Baca Juga

Polisi Cari Saksi Terkait Tewasnya Pengawal Rizieq, Dimulai dari Sentul

“Karena ada dua versi cerita yang berkembang di publik. Pada prinsipnya kami sebagai anggota Komisi III akan menerima aduan ini dengan baik,” kata Aboe kepada awak media, Jumat (11/12).

Aboe pun memastikan, kedepannya bakal ada rencana pemanggilan terhadap Kapolri Jenderal Idham Azis.

“Komisi III sebagai Mitra Kerja Kepolisian akan mengagendakan pemanggilan Kapolri untuk mendudukkan perkara ini,” tuturnya.

Sekjen PKS itu menjelaskan, tewasnya enam orang anggota FPI seharusnya tidak perlu terjadi. Mengingat mereka merupakan warga negara Indonesia.

Panglima Laskar Pembela Islam DPP Front Pembela Islam (FPI) Ustad Maman mempersiapkan ambulans pengantar jenazah ke Megamendung di Petamburan, Rabu (9/12/2020) dini hari.ANTARA/Fauzi Lamboka.
Panglima Laskar Pembela Islam DPP Front Pembela Islam (FPI) Ustad Maman mempersiapkan ambulans pengantar jenazah ke Megamendung di Petamburan, Rabu (9/12/2020) dini hari.ANTARA/Fauzi Lamboka.

Pasalnya, Kapolri selalu menyampaikan asas ‘Salus Populi Suprema Lex Esto’ atau keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Namun, yang terjadi justru insiden penembakan hingga berujung tewasnya pengawal FPI.

"Itu semua nanti akan kita klarifikasi dengan Kapolri,” jelas Habib Aboe.

Diketahui, enam orang laskar yang meninggal tersebut yakni Andi Oktiawan (33), Ahmad Sofiyana alias Ambon (26), Lutfi Hakim (25), Faiz Ahmad Syukur (22), Muhammad Suci Khadavi (21) dan Muhammad Reza (20).

Sekretaris DPP FPI, Munarman mengatakan, untuk kondisi enam jenazah laskar yang sudah dimakamkan di kawasan Megamendung, Bogor, Jawa Barat tersebut terdapat luka tembakan lebih dari satu lubang.

"Bahwa tembakan terhadap para syuhada tersebut memiliki kesamaan sasaran, yaitu semua tembakan mengarah ke jantung para syuhada," ujar Munarman.

Ia menyebut, menurut pendapat ahli yang hadir dalam proses pemandian jenazah tersebut dan dilihat dari bekas tembakan. Mereka ditembak dari jarak dekat.

"Bahwa menurut ahli yang hadir dalam pemandian jenazah, tembakan ke arah jantung para syuhada tersebut ada yang dilakukan dari depan, bagian dada dan ada yang dilakukan dari belakang," jelasnya.

Selain itu, terdapatnya tanda-tanda bekas penyiksaan pada tubuh jenazah. "Bahwa pada tubuh sebagian besar para syuhada, terdapat tanda-tanda bekas penyiksaan," katanya. (Knu)

Baca Juga

LPSK Siap Lindungi Saksi dan Korban Baku Tembak Polisi-FPI

Baca Artikel Asli