Buntut Kasus Es Gabus Viral di Medsos, Kapolres Jakpus Perketat Pembinaan Bhabinkamtibmas
Rabu, 28 Januari 2026 -
Merahputih.com - Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Renold Hutagalung, memperketat pembinaan terhadap seluruh anggota Bhabinkamtibmas guna meningkatkan kecermatan saat bertugas di lapangan pada Rabu (28/1).
Langkah ini diambil merespons dinamika situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk insiden kesalahpahaman penanganan pedagang es gabus yang belakangan menyita perhatian publik.
Evaluasi Koordinasi dan Penguatan Peran Lapangan
Renold menegaskan pentingnya sinergi antar-fungsi sebelum mengambil tindakan hukum atau edukasi di tengah warga. Pihaknya tidak ingin tindakan preventif justru menimbulkan polemik akibat kurangnya akurasi informasi.
Baca juga:
Komisi III DPR Kecam Dugaan Penganiayaan Pedagang Es Gabus oleh Oknum TNI-Polri
"Tentunya, setiap temuan di kewilayahan agar dapat berkoordinasi dengan fungsi yang berkompeten terlebih dahulu, sehingga dapat memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat yang tepat dan benar," ujar Renold saat memberikan keterangan di Jakarta.
Menurutnya, insiden yang melibatkan pedagang es gabus bernama Suderajat terjadi karena anggota di lapangan terlalu terburu-buru dalam bertindak. Meskipun motif awalnya adalah perlindungan konsumen, minimnya koordinasi memicu persepsi negatif.
"Sesungguhnya, niat Bhabinkamtibmas dan Babinsa itu untuk menjaga masyarakat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, bahkan terkesan overprotective," tambahnya.
Baca juga:
Viral Dituduh Jual Es Gabus dari Spons, Polisi Pastikan Dagangan Suderajat Aman
Pendalaman Dugaan Penganiayaan Pedagang
Di sisi lain, Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat kini tengah menelusuri pengakuan Suderajat yang mengeklaim telah mengalami kekerasan fisik. Polisi berkomitmen melakukan klarifikasi menyeluruh untuk memastikan fakta di balik video atau narasi yang beredar di media sosial.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menjelaskan bahwa selama pemeriksaan awal di Polsek Kemayoran, pedagang tersebut tidak melaporkan adanya tindakan kekerasan.
"Kami pun baru dapat informasi karena kemarin kita belum dapat info selama pemeriksaan di Polsek Kemayoran, Pak Suderajat tidak menyampaikan adanya informasi mendapat penganiayaan," jelas Roby.
Pihak kepolisian memastikan akan menindaklanjuti setiap temuan baru guna menjaga transparansi dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.