Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

BUMD di Jakarta Diminta Tingkatkan Layanan ke Warga, Terutama Saat Genting

Hendaru Tri Hanggoro - Kamis, 28 Maret 2024

MerahPutih.com - Barometer Jakarta, lembaga kajian publik, menyatakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bukan hanya bertujuan mencari untung, tapi juga meningkatkan layanan ke warga.

Demikian dikatakan oleh Jim Lomen Sihombing, direktur Barometer Jakarta, dalam Balkoters Talk bertajuk 'Jakarta Merawat Daya Beli, Mengendalikan Inflasi', pada Kamis (28/3).

Sebagai perseroan, BUMD memang dituntut untuk mencari keuntungan agar tetap bisa menjaga layanannya. Namun, jika ada perubahan kebijakan terkait harga dengan alasan untuk meningkatkan kualitas layanan, Jim menyarankan agar BUMD lebih dulu menyosialisasikannya secara terang kepada warga.

Baca juga:

Jakarta Barometer: Pemprov DKI Harus Berdayakan BUMD untuk Kendalikan Inflasi

Jim mencontohkan seperti penyediaan air minum yang dilakukan oleh Perumda PAM Jaya. Perseroan daerah itu sudah belasan tahun tidak menaikkan tarif air kepada pelanggannya, sementara air merupakan kebutuhan primer dalam kehidupan.

Saat ini PAM Jaya masih mematok tarif sesuai Pergub Nomor 11 Tahun 2007 tentang Penyesuaian Tarif Otomatis (PTO) Air Minum Semester 1 Tahun 2007.

Sebagai gambaran, kelompok rumah tangga sederhana dikenakan tarif Rp 3.550 per tiga meter kubik atau 3.000 liter.

Sedangkan air mineral dalam kemasan 600 ml yang dijual di pasaran bisa mencapai Rp 5.000 per botol. Bahkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang tinggal di rumah susun (rusun) hanya dikenakan Rp 1.050 per tiga meter kubik.

Baca juga:

BUMD DKI Salahkan Cuaca Dalang di Balik Mahalnya Harga Beras

Sementara itu nilai investasi pengelolaan air dianggap sangat mahal. Perseroan harus melakukan berbagai tahapan dalam mengelola air agar layak digunakan sebagaimana Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 492 tahun 2014 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

"Jika mau ada penyesuaian (tarif dan layanan), ya lakukan sosialisasi secara masif," tutur Jim.

Berkaca pada fenomena banjir yang melanda Jakarta, Jim juga meminta kepada PAM Jaya untuk memberikan diskon penggunaan air bersih.

Jim memandang, kebutuhan air bersih saat banjir justru meningkat, karena warga memerlukan air untuk membersihkan rumahnya yang kotor akibat sisa-sisa banjir.

"Kalau masyarakat lagi kena banjir, mereka butuh air yang banyak jadi kalau perlu dipotong karena satu hari banjir maka kerugian yang dialami masyarakat itu cukup besar," jelas Jim. (asp)

Baca juga:

Beras di Jakarta Mahal, DPRD Panggil Dinas KPKP dan 3 BUMD

Baca Artikel Asli