Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

BPIP Sebut Rencana Memperpanjang Masa Jabatan Presiden Hanya Ilusi Belaka

Zulfikar Sy - Rabu, 15 September 2021

MerahPutih.com - Isu amendemen perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode masih jadi perbincangan masyarakat luas.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo menyebut, rencana amandemen itu hanya ilusi semata.

"Isu amendeman hanya ilusi karena jelas dipakai pihak tertentu untuk menggiring opini masyarakat," ujarnya kepada Merahputih.com di Jakarta, (14/9).

Baca Juga:

Bamsoet Nilai Wacana Presiden Tiga Periode Prematur

Benny menambahkan bahwa Presiden Joko Widodo juga sudah menegaskan itu tidak akan dilakukan karena bertentangan dengan konstitusi.

"Presiden sudah menjelaskan itu tidak mungkin karena bertentangan dengan partai. Ini sebenarnya logika untuk menyudutkan Presiden Jokowi," Ujar Benny.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo atau Romo Benny. ANTARA/Naim/am.
Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo atau Romo Benny. ANTARA/Naim/am.


Isu ini, menurut Benny, hanya retorika politik yang tidak perlu terlalu serius untuk ditanggapi.

"Politik itu untuk kepentingan rakyat bukan kepentingan kelompok atau golongan," tegas Benny.

Benny mengingatkan, ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam politik. Yaitu etos, pathos, dan logos.

"Etos yaitu politik harus kepada kinerja yang bisa menyejahterakan rakyatnya. Kedua adalah pathos yaitu harus dipikirkan kepentingan masyarakat dan logos berhubungan dengan kepantasan," lanjutnya.

Baca Juga:

Ide Presiden Tiga Periode Dinilai Zalim, Ketua DPP PKS Kutip Tafsir Islam Ibnu Qayyim

Benny berharap, keadaban politik harus dijaga dan berorientasi pada kepentingan publik.

"Keadaban politik harus mengarus utamakan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah mufakat, keadilan diaktualisasikan dalam perilaku berpolitik sebagai pelayan publik," tutup pria yang juga rohaniwan Katolik ini. (Knu)

Baca Juga:

Bamsoet Yakinkan Jokowi Amandemen UUD 1945 Tak Melebar ke Urusan Tiga Periode

Baca Artikel Asli