Merahputih.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat 397.171 warga masih mengungsi akibat banjir. Jumlah pengungsi paling banyak ada wilayah Kota Bekasi, yakni 366.274 orang.
"Jadi masih ada banyak pengungsi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Agus Wibowo kepada wartawan, Jumat (3/1).
Menurut Agus, tingginya jumlah pengungsi di Kota Bekasi disebabkan oleh kondisi banjir di sana yang lebih parah dibanding wilayah-wilayah lainnya.
Baca Juga
BPBD DKI Sebut Daerah Rawan Banjir di Bantaran Kali Ciliwung
Ia menambahkan, wilayah Bekasi sebetulnya tidak diprediksi akan terdampak banjir sebesar itu karena selama ini fokus hanya ditujukan pada ketinggian air Bendung Katulampa.
"Tiba-tiba di sebelah timur Jakarta di Bekasi ternyata di sana ada banyak sungai kan, Kali Bekasi, Kali Cikeas masuk di sana sehingga dampaknya besar, banjirnya tinggi, sehingga makanya pengungsinya banyak," kata Agus.
Bantuan yang masih diperlukan oleh para pengungsi adalah perahu karet, terpal, selimut, pakaian perempuan dan anak-anak.
Bantuan medis seperti obat-obatan dan trauma-healing serta bantuan logistik berupa makanan, minuman, air bersih, dan fasilitas MCK juga masih dibutuhkan.
"Sebaiknya jangan dikirim langsung, supaya lebih merata, nanti jangan ada daerah yang banyak dapat di satu titik saja," jelas Agus.
Baca Juga
"Nah itu akan diatur oleh pos pengendali yang akan diaturnya supaya lebih merata mana yang kurang, mana yang berlebih," kata Agus.
Seperti diketahui, hujan yang mengguyur sejak Selasa hingga Rabu lalu telah mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah di Jabodetabek.
Hingha Kamis malam, BNPB mencatat terdapat 35 korban tewas akibat banjir di Jabodetabek. (Knu)